Dari Mata, Telinga Kemudian Bermuara Di Hati

Aku gak tahu kalau dunia ini tanpa musik. Tanpa suara. Buat mereka yang bisa mendengar mungkin dunia ini akan terasa hampa dan waktu akan berjalan lambat.

Tema hari ke-13 dalam tantangan 30 hari menulis cerita berbicara tentang musik favorit. Sungguh musik terindah adalah musik yang dikeluarkan oleh alam dan lingkungan sekitar ketika aktivitas manusia menurun atau pada saat kita berada di tengah hutan. Telinga akan menjadi lebih peka. Indra-indra manusia pun terjaga dengan sendirinya.

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Rak Buku

30 Kepingan Kecil Tentangku

“Diperlukan kejujuran yang luar biasa untuk mengungkapkan dirimu sendiri dihadapan temanmu,” kata Endang Cippy.

Untuk memulainya, ungkapkan saja apa adanya. Mereka akan mengenalmu dengan lebih baik. Berikut 30 kepingan kecil tentangku supaya tidak kaget kalau suatu saat bertemu di jalan hehehe

1. PELUPA

Aku tuh seorang pelupa dengan nama orang. Ingat wajah, lupa nama. Pernah tuh ketemu teman di jalan, di ajak ngobrol seru dan akrab banget. Sambil ngobrol, sambil ingat-ingat namanya pernah ketemu di mana. Sampai obrolan berakhir, aku masih gak inget siapa namanya. Huhuhu makanya, aku paling banyak menyimpan kontak person. Setahun gak ada kabar, langsung aku hapus supaya tidak memenuhi ponsel. Kalau ketemu di jalan harap memperkenalkan diri ya..

2. Buku

Yang memudahkanku bersosialisasi. Kalau gak ada buku, mati gaya. Aku tuh susah diajak ngobrol, pasif. Kalau sudah nyambung, bawelnya bisa kemana-mana.

3. Suka Tersesat

Aku tidak pandai membaca peta. Lebih suka langsung tanya ke orang. Pernah tuh 10 orang temanku tersesat gara-gara aku salah baca peta. Jadi telat sampai di pernikahan teman kantor. Pernah juga bikin rombongan touring motor tersesat 2 jam di Bandung waktu mau ke rumah nenekku. Kebayangkan kalau bawa trip di BPJ, udah pasti bakalan bikin tersesat 1 rombongan besar…

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Rak Buku

Kenangan Masa Kecil: Bermain Simpai Atau Hula Hoop

Masa kecilku penuh dengan permainan luar ruang. Dilakukan dengan teman-teman seusia sepantaran dan beramai-ramai begitu terasa menyenangkan. Main bekel, main monopoli, berenang di kali, main adu layangan, main petak umpet, mandi hujan sambil bernyanyi.

Nah, salah satu permainan yang cukup menguras energi adalah bermain simpai atau hula hoop dengan 4-5 orang. Dulu sih terkenalnya hula hoop. Lingkaran rotan yang ditaruh dipingang dan digerakan oleh pinggul. Permainan ini membutuhkan ketangkasan, ketahanan dan konsentrasi.

Apabila hula hoop sampai terjatuh ke tanah. Berarti, waktumu sudah habis dan kalah dalam permainan. Kamu harus menunggu sampai tinggal 1 orang pemenang yang tersisa

Di waktu menunggu ini, kamu hanya perlu memberikan dukungan kepada teman yang kamu dukung dan menjatuhkan semangat lawan.

Ramai banget kalau tim hore pendukung masing-masing kubu yang ingin dimenangkan bersorak-sorai meriah layaknya pasar malam. Sssttt.. asal tahu saja, tim hore tidak dibayar oleh teman yang sedang bertarung sengit. Kami mendukung siapa yang kuat bertahan dan bermain fair play.

Ternyata, permainan hula hoop memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah untuk menguatkan otot perut.

Dahulu, kami tidak mengerti kalau permainan hula hoop memiliki banyak manfaat. Kami hanya memainkannya untuk menunggu azan magrib tiba atau saat bulan purnama. Bermain beramai-ramai di pekarangan kampung dekat rumah tinggal kami.

Sekarang, permainan ini masih dimainkan tetapi tidak sesering dulu…

Ambil gambar dari Freepick

#kubbu30hmc #30hmc #ruangcerita

Tinggalkan komentar

Filed under Rak Buku

Berpelukan Hal Sederhana Tapi Bermakna

Selama pandemi, sudah berapa lama tidak berpelukan dengan teman atau sahabat yang sudah lama tidak bertemu?

Ambil dari google.

Bahasa universal yang satu ini tidak hanya disukai oleh manusia, hewan peliharaan pun menyukainya. Salah satu manfaat berpelukan yakni menenangkan jiwa dan diperhatikan bahwa kita, ada.

Tak dapat dihindari, aku paling sering melakukan pelukan kepada sahabat atau teman yang sudah lama tak bertemu (untuk yang muhrim), keponakan, orangtua sahabat yang sudah aku anggap sebagai orangtuaku sendiri juga hewan peliharaan. Mereka aku peluk karena itu pun membuatku merasa penuh dan hidup.

Chiki yang sering banget mendekat kepadaku untuk minta pelukan.

Tak dipungkiri, pelukan pun pernah menurunkan tensi politik yang ada di negeri ini. Masih ingat dengan event olahraga Asian Games 2018. Nah, pelukan Joko Widodo dengan Prabowo ini terjadi tanpa terduga.

Ambil dari google.

Hal sederhana yang terhalang pandemi. Pada masa sekarang pelukan itu seperti sebuah kesalahan yang dilakukan di muka umum. Semoga pandemi berlalu. Jadi, berpelukan menjadi hal yang wajar dilakukan kembali. Lakukanlah dengan yang sudah sah dan tidak menimbulkan pikiran negatif hehehe

#kubbu30hmc #30hmc #ruangcerita

2 Komentar

Filed under Rak Buku

Banyak Buku, Banyak Cerita

Aku mengenal buku bacaan tanpa sengaja. Keluargaku bukan pembaca buku aktif. Hanya aku sendiri yang suka membaca. Karena keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan dan tidak mampu membeli buku bacaan. Jadi, aku lebih banyak meminjam di perpustakaan sekolah

Petulanganku di mulai sejak kelas 5 SD. Di mulai dari perpustakaan SDN 18 Pagi, Jakarta Timur. Buku yang pertama kali aku baca adalah biografi Madam Cure dalam bentuk novel anak-anak. Berbeda dengan zaman sekarang. Yang ilustrasinya bagus-bagus dan warna cerah. Buku terbitan jaman dulu novel anaknya tuh suram seperti sampul halaman depannya. Warnanya kurang jreng, banyak tulisannya, dan miskin ilustrasi karena kurang teknologi dan orang yang mumpuni. Eh ini bukunya masih di simpan jadi hak milik. Ssttt…jangan ditiru ya perbuatan burukku ini. *ngaku dosa*

Sejak itulah aku mulai mengoleksi buku-buku dari sisa-sisa uang jajan. Ketika memasuki usia produktif bekerja. Barulah aku mulai membeli buku untuk di baca dan di koleksi secata intens hingga sekarang. Karena aku memiliki buku favorit yang luar biasa banyak. Kalau diceritain bisa berjilid-jilid.

Untuk mempersingkat waktu, berikut genre favoritku:

1. Buku Resep

Buku resep makanan adalah buku yang aku kumpulin sedikit demi sedikit. Tahu-tahu ada lumayan banyak. Dan buku resep-resep ini tidak pernah aku coba dan praktekkan di dapur. Hanya buku resep brownies dan variannya yang sudah di coba karena bikin brownies itu seperti bikin kue bolu. Semakin banyak cokelat di adonan brownies, hasil akhirnya itu bikin legit dan enak banget. Nampol dan nagih banget sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan alias agak mahal sedikitlah..

2. Komik Yang Menarik Mata Dan Hati

Komik adalah salah satu favoritku juga. Koleksi yang jumlahnya ribuan. Di dominasi oleh berbagai judul komik yang sudah tamat maupun yang masih bersambung. Salah satu yang sempat di foto adalah komik Godhand Teru tamat di volume 62. Aku banyak belajar tentang dunia kedokteran dan penanggulangan penyakit dalam komik ini. Dokter bedah itu supaya jahitannya bagus dan rapi harus belajar ribuan jam untuk mendapatkan hasil jahitan yang sempurna. Kalau Full Metal Alchemist cetakan premium ini tentang perjalanan mencari kebenaran yang dilingkupi misteri.

3. Novel

Novel juga termasuk dalam koleksi. Apalagi novel romantis Harlequin. Paling senang dapat kiriman dari penerjemah. Anggaran beli buknya jadi bekurang.

Dalam jepretan ini berhasil mengabadikan novel karya Ilana Tan, In A Blue Moon. Aku suka covernya tetapi tidak untuk cerita didalamnya. Walaupun kebanyakan typho. Aku sampai punya 2 buku karangannya. 1 buku beli saat diskonan ulang tahun Gramedia dan 1 buku lagi menang kuis.

DokPri: In A Blue Moon, Ilana Tan.

4. Buku Anak

Sejak punya keponakan 10 tahun lalu. Baru deh tuh aku menggumpulkan buku anak-anak. Dan ternyata buku anak-anak itu harganya mahal bangettt! Lebih mahal buku anak-anak dibandingkan buku novel dewasa. Seiring berjalannya usia keponakanku. Bukunya pun berubah-ubah mengikuti tumbuh kembang anak.

Aku jadi mengenal buku hard cover, board book, buku kain, buku interaktif, buku ilmu pengetahuan untuk anak-anak, giant book yang ukuran bukunya itu sebesar ukuran tabloid jaman dulu. Dan yang sempat masuk dalam jepretan adalah buku pop up 3D tentang hewan-hewan di sekitar kita.

5. Buku Referensi Dan Ilmu Pengetahuan

DokPri: Buku ini membuka wawasan banget.

“Dahulu langit dan bumi bersatu.”

Buku referensi ini bagus sekali! Sejarah bumi di lihat dari dua sisi yakni sisi agama Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan sains. Menakjubkan banget. Aku sampai membuka buku referensi lainnya. Dan beruntungnya aku berjodoh dengan buku ini. Waktu yang pertama beli, dipinjam teman dan tidak kembali. Setelah itu, aku bertemu kedua kalinya di diskonan dengan harga yang lebih murah. Tanpa basa basi. Langsung saja buku ini aku adopsi. Kalau kalian menemukan judul buku ini. Langsung adopsi ya!! Aku kasih 10 bintang (kalau ada rating nya di Goodreads) untuk buku History Of Earth.

6. Buku Puisi

Tanpa sengaja, aku mulai mengoleksi buku puisi. Paling suka buku puisinya almarhum Eyang Sapardi Djoko Damono. Sayangnya, dalam jepretannya yang di ambil itu buku puisi karangan Joko Pinurbo. Aku suka puisinga tiba di judul Suwung dalam buku ini.

DokPri: Baju Bulan, Joko Pinurbo.

7. Buku Adult Coloring

Nah, kalau ini hobi baru. Tahun 2018, dicemplungin sama sahabatku untuk masuk dalam #coloringsquadjakarta ada kalanya di kasih tantangan dengan waktu seminggu yang hasil coloring nya di unggah ke instagram. Anggotanya sedikit. Hitungan jari. Paling enak sih mengerjakannya bareng-bareng keluarga. Supaya tercipta komunikasi. Kalau aku biasanya mengerjakan barengan sama emake. Dan aku belajar warna sama emake. Ciamik banget pilihan warna emake tuh…

DokPri: Imagimorphia, Kerby Rosanes

Buku adult coloring gambarnya lebih menantang dan rumit. Ketika sudah selesai diwarnain hasilnya menjadi luar biasa. Contohnya ilustrasi milik Kerby Rosane ini.

Ngomong-ngomong di luar sana banyak ilustrator (biasanya sih disebut artis) gambar yang bagus-bagus sekali. Silakan cari sendiri memakai mensin pencari dari telpon genggam masing-masing hehehe

Nah, segitu aja deh cerita buku koleksiku. Kalau bukan karena pindahan, mungkin aku malas untuk beresin buku milikku sendiri. Setelah beli buku, langsung aja ditaruh suka-suka hati. Yang penting, suatu saat bukunya bakalan di baca.

Kapan-kapan aku kasih tahu buku digital yang aku baca. Supaya saling racun meracuni dan menebar rasa penasaran.

DokPri: Gunungan Buku

#kubbu30hmc #30hmc #ruangcerita

Tinggalkan komentar

Filed under Rak Buku

Sahabat Banyak Rasa, Sahabat Banyak Ruang

Sahabat terbaik tersisa. Ujian yang diberikan Tuhan untukku. Supaya aku mendapatkan sahabat terbaik. Begitulah Tuhan memberikan yang terindah di akhir cerita dan memeliharanya hingga akhir kehidupan manusia itu sendiri.

DokPri: Dimsum Dumpling Duck di Imperial Kitchen Atrium, Senen, Jakarta

Sahabat terbaik hadir di waktu yang tepat dan tak terduga. Sahabat buku, sahabat jalan, sahabat rumahan, sahabat maya atau apapun bentuk kata sahabat. Di ruang manapun. Di perkembangan usia dan lingkungan. Ada sahabat terbaik yang menemanimu diruang-ruang tersebut.

Kamu, kamu dan kamu adalah sahabat terbaik milikku. Berbilang tahun, ada yang baru ditemukan, ada yang sudah lama menetap dan nyaman seperti keluarga sendiri.

Kadang-kadang, ada panggilan sayang yang diciptakan ketika tali persahabatan telah merekat erat.

Tapi diantara itu semua, sahabat adalah yang mampu memaafkan dan meminta maaf ketika salah dan khilaf dilanggar. Disitulah hati yang tulus dan lapang menjadfi kaya.

#kubbu30hmc #30hmc #ruangcerita

Tinggalkan komentar

Filed under Rak Buku

Sendiri Bukan Berarti Sendirian

DokPri: Jepret di halte busway Budi Utomo Jakarta

“Semua makhluk hidup sudah memiliki jodohnya masing-masing. Sudah tercatat di Langit. Hanya belum tercatat di Bumi,” jawab Endang Cippy dengan santai ketika ditanya kapan nikah.

Ada rencana Tuhan yang perlu dijalani. Ada waktu yang tepat untuk ditemukan dan menemukan. Hanya saja menunggu di dalam waktu seperti menunggu emas yang jatuh dari dompet seorang pembesar.

Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under ruang cerita

Teman Seperjalanan Dan Pulau Kapuk

Siapa yang merasa masa pandemi gak bisa jalan-jalan? Siapa bilang masa pandemi itu membosankan?

Ishhh kalian salah semua..

Masa pandemi itu masanya berakrab-akrab ria dengan pulau kapuk. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pulau kapuk. Mau pergi sehari semalam 24 jam penuh, ok. Mau pergi terdampar selama seminggu penuh, ok. Gak ada yang melarang!

Ambil gambarnya dari Facebook.

Yang penting dan harus diingat ada kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan hahaha

Belum tentu setelah pandemi kamu bakalan akrab dengan pulau kapuk ya kan?

Kayak aku ..

Menurutku tuh pulau kapuk adalah tempat liburan paling mewah. Gak perlu biaya banyak, pakai baju paling nyaman di badan, semangat untuk mengosongkan pikiran negatif. Jangan banyak mikirin korban positif yang kena covid-19. Nanti, liburan di pulau kapuknya bisa bubar.

Selama pandemi ini aku akrab dan posesif banget dengan pulau kapuk. Puluhan buku digital menjadi teman seperjalanan yang akrab, beberapa judul buku fisik berhasil diselesaikan dan dilungsurkan dan yang bikin happy-nya lagi tuh ada dua gambar coloring berhasil disetor di grup coloring.

Bucket list travel selanjutnya setelah pandemi: tetap pergi ke pulau kapuk berbeda hahaha

Kenapa?

Karena aku butuh dan kangen semua sahabat-sahabat yang sudah aku anggap sebagai keluarga. Butuh curhat di pulau kapuk milik sahabatku A, B, C dan seterusnya. Jadi, siap-siap aku kunjungi ya hahaha

Pendukung #timrebahan mana suaranya??? Yukkklahhh… Setelah pandemi direalisasikan! 😙😎

#kubbu30hmc #30hmc

Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under ruang cerita

Film Favorit Dari Mata Yang Bukan Penggemar Film

Kenapa tema yang diambil oleh tim #30hmc (30 hari menulis cerita) harus film favorit? Aku tidak tahu mengapa mereka memilih tema tersebut? Yang pasti, aku harus berjuang keras menggali ingatanku sendiri.

Jujur saja.. aku lebih suka baca buku daripada nonton film. Buku itu tidak pernah protes kalau dicuekin. Kalau bosen ya udah berhenti dulu kemudian dilanjutkan kalau mood sudah datang lagi.

Berbeda dengan film yang harus fokus selama 2 jam tayang tanpa terganggu sedikit pun. Makanya, aku jarang banget nonton film di DVD Player atau secara digital. Setahun belum tentu nonton di DVD Player apalagi nonton film dari youtube di telepon genggam. Bikin kesel tingkat dewa! Kecuali punya layar bioskop mini di rumah. Ceritanya akan berbeda hahaha

Nonton film itu lebih baik pergi ke bioskop. Layar besar, suara besar dan bagus bikin puas, bisa merasakan kemajuan teknologi digitalnya yang terasa WAH banget. Apalagi untuk film animasi, wajib nonton di bioskop!

Aku usahakan untuk menontonnya ketika ada anggaran lebih, waktu lebih, undangan gratisan secara dadakan atau ada komunitas buku yang menggadakan nonton bareng dari buku yang diangkat menjadi film. Nah, ini jarang banget dan tergantung filmnya.

Film yang menurutku paling epic dan masih terbersit dalam ingatan:

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under ruang cerita

Steril Kucing Itu Penting

Aku awam dan pemula banget dalam memelihara kucing. Setelah 3 tahun baru deh menambah pasukan anak bulu. Itu pun tanpa di sengaja. Karena Cemong hidup sendirian dalam rumah dan butuh teman.

2018: Cemong yang memasuki usia 3 tahun.

Baca lebih lanjut

10 Komentar

Filed under Rak Buku