4 Sesi Dengan 4 Tema Berbeda Dalam Satu Hari

Apa yang berbeda ketika ada talkshow yang menawarkan 4 sesi dengan 4 tema berbeda dalam satu hari? Pastinya bakalan bingung ya..mau ikut tema yang manakan?Hmmm…Baiklah, mari, kita bahas tema bersama narasumbernya masing-masing. Yukkk..

Sesi 1 : Menulis Rutin Di Blog.

Narasumber : Mba Yayat, Kompasianer Blogger Of The Year 2016.

Sudah ada yang kenal dengan Mba Yayat sapaan akrab pemilik nama Nurhayati dari Kompasiana? Ohke ya..di tempat acara #PasarHobi2017 PGC Lt.3A sih..para blogger sudah saling kenal. Beda denganku yang tidak kenal sama narsumnya hahahaa karena lingkungan mainnya yang beda hehehe (bookreader lagi main ke blogger πŸ˜…πŸ˜†)

Mba Yayat menerangkan pentingnya menulis yakni untuk biasakan otak berpikir,memberikan informasi, networking, personal branding dan tahu lebih dulu informasi.

Kiat-kiat menulis yang dibagikan oleh Mba Yayat adalah tulis yang dilihat dan dipikirkan, menulis adalah sharing informasi, nikmati dan jangan jadi paksaan, blog walking dan membaca untuk memperbaiki kemampuan.

Gmana caranya untuk konsisten ? Ingatlah tujuan menulismu. Ibarat perapian, ini adalah sumbernya. Kalau males-malesan (jleb jleb jleb kayak aku neh..blognya jangan berharap ada diperingkat 1 Google hahaha). Pilih topik yang disukai, buat target post blog, networking dan punya bank ide dan bank fotoπŸ˜†

Nah, yang punya syarat-syarat diatas sudah bisa menggembangkan blognya. Harus,wajib fardu ain! Kalau mau di halaman 1 Google!

Sesi 2 : Pencegahan Kanker.

Narasumber : Tramedika

wp-image-1855009168jpg.jpg     Fotografer : Salman Faris

Pencegahan kanker dimulai dari sendiri. Dan baru tahu ya… Kalau beli tahu di pasar. Tahu harus di rebus terlebih dahulu sebelum digunakan lebih lanjut. Ini untuk pencegahan kanker secara dini.

Sesi 3: Mulai Secara Benar & Sederhana, Kenali Dengan Tepat.

Narasumber : Eka Muchlis S.Siregar

Bagaimana merencanakan keuangan dengan benar dan tepat? Apakah perencanaan keuangan yang kita lakukan saat ini sudah tepat? Mari,melihat sejenak apa yang dipaparkan oleh narasumber dalam talkshow singkatnya πŸ˜„

Untuk merencanakan tabungan masa depan. 40% pendapatan harus disisihkan untuk dana masa depan. Tabungan ini bisa dimasukkan ke dalam bentuk proteksi asuransi,tabungan dana masa depan, dan tabungan pendidikan. 60% pendapatan untuk pembiayaan (termasuk hutang hrs dibayar terlebih dahulu dalam anggaran ini) dan sisanya untuk trip sebesar 5%.

Kurangnya disiplin dalam perencanaan akan menyebabkan kegagalan perencanaan masa depan.

Dimulai usia berapa menabung untuk diri sendiri di bank konvensional? Jawabannya pun beragam. Semakin dini anak-anak dikenalkan pada bank konvensional akan membuat perencanaan keuangan masa depan akan semakin baik.

Dimulai usia berapa tabungan untuk orangtua dimulai? Ketika seorang anak berusia 21 tahun. Usia dewasa dan bekerja.

Perencanaan keuangan yang baik akan menjamin masa tua dengan keuangan yang baik pula.Sudahkah melakukan apa yang disarankan oleh narsum? Hayoooo,siapa yang sudah melakukannya? πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Sesi 4: Sharing Travel Blogging.

Narasumber: Salman Faris, Founder Indonesia Corners

              Sumber : Rizki BangDul

Apa saja sih yang harus dipersiapkan dalam merencakan perjalanan? Simak tips-tips jitu dari Salman Faris, Founder Indonesia Corners.

Sebelum traveling: rajin-rajinlah meriset tempat yang akan dituju. Cari tahu untuk sampai ke tempat tujuan, mulai menulis dengan hati dan pengalaman, Content is King but Originality is Queen. Usahakan menulis lebih dari 500 kata. Buat pemula,mulailah menulis 100-200 kata di dalam setiap postingan. Ketika semua ini sudah tercapai bersiaplah untuk memposting tulisanmu di dalam blog milikmu.

Berani! Itu adalah kata kunci untuk mulai menshare hasil tulisanmu di dalam link medsos milikmu. (Untuk nubie)

Selain talkshow, acara yang dilangsungkan di Pasar Hobi PGC Lt.3A masih tetap menggumpulkan donasi 1.000 buku untuk anak Indonesia, penyerahan secara simbolis donasi buku dari 26 RT dan 13 Klub yang ada di Komunitas Backpacker Jakarta, penyerahan donasi 100 tas sekolah dari Tramedika, games-games seru dan tarian maumere yang diikuti oleh para pengunjung yang hadir di Pasar Hobi PGC Lt.3A.

Pendapat egois yang posting

Apa yang di dapat hari ini di dalam talkshow 4 sesi dengan 4 tema dalam satu hari. Ya..telah membuat mata ini terbuka. Lebih rinci dan elegan dalam mengatur setiap jeda sesi per sesi. Ajaklah mereka yang senapas,sejiwa untuk membantumu. Yang mau bergerak melangkah berderap bersama. Karena mereka akan membantumu dan menggawal disampingmu sampai akhir tanpa pamrih. Karena dapat stan free di #PasarHobi2017 harap maklum apabila banyak kekurangan. Dan terima kasih untuk para narsum keceh badai yang telah mengisi acara.

Kebaperan ada untuk dikenang hahaha

Medsos narsum: 

1. Mba Yayat

2. Tramedika

3. Eka Muchlis S.Siregar

4. Salman Faris, Indonesia Corners 

1 Comment

Filed under Halan-Halan Ke...

77 Tahun Sapardi Djoko Damono Lahir Kembali

Aku mengenalnya lewat buku terjemahan sastra di masa sekolah (lupa judulnya).
Di masa dewasa dan sudah mengenal genre buku lebih banyak. Aku mengenalnya lewat puisi-puisi yang ditorehkannya lewat karya-karyanya yang luar biasa. Buku puisi karya beliau yang pertama aku baca adalah Hujan Bulan Juni

Beruntung ya penerbit tempatnya bernaung sudi menerbitkannya kembali dengan cover yang lebih baik dan elegan. Tak ada lagi tuh puisi sebagai buku yang berat untuk di baca dan dinikmati.

Kesempatan bertemu Sapardi Djoko Damono,Sang Maestro,begitulah aku menyebut beliau. Di sebuah event buku tahunan Goodreads Indonesia, Indonesia Reading Festival 2015 di gedung Synthesis Lt.7. Workhop tersebut dibuka dengan 50 peserta. Apa yang kudapat? Banyak sekali ilmu yang diajarkan oleh beliau selama 2 jam tersebut. Yang membekas di dalam kelas tersebut yakni latihlah semua panca indramu untuk menemukan dan mengaitkan semua yang ada. Dan jadikan kalimat yang ringkas,sederhana dan kuat. Jangan bikin puisi pada saat jatuh cinta saja. Tapi juga setelah jatuh cinta dan putus cinta.

Setelah dari workshop tersebut aku jarang memantau TL Twit karena kesibukanku dan melewatkan kuis di Instagram untuk menyambut 77 tahun Sang Maestro.

Keberuntungan pun tiba tanpa disangka-sangka. TL Twit Gramedia membuka kesempatan pendaftaran untuk menghadiri peluncuran 7 buku+novel di #77tahunSDD pada Rabu,22 Maret 2017 di Bentara Budaya. Dan aku lulus seleksi..

Ketika waktunya tiba, tempat acara peluncuran sudah penuh dengan tamu undangan VIP, reservasi dan pemenang kuis.

Peluncuran 7 buku #77tahunSDD yakni Ayat-Ayat Api, Ada Berita Apa Hari ini,Den Sastro? Kolam, Namaku Sita, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita,duka-Mu Abadi dan novel Pingkan Melipat Jarak (lanjutan novel Hujan Bulan Juni) menandai buku-buku tersebut dilahirkan kembali oleh Sapardi Djoko Damono dengan cover baru dan ilustrasi yang bagus.

Di peluncuran 7 buku yang dilahirkan kembali tersebut para undangan dihibur oleh musikalisasi dan juga pembacaan puisi oleh para bintang tamu dari penulis-penulis buku Indonesia. Misalnya, Iwan Setyawan (9 Autumn 10 Summer, Ibuk), Joko Pinurbo (Penulis puisi neh), Goenawam Muhammad (ini juga penulis puisi). Dan masih banyak sesepuh-sesepuh yang berbakat dibidangnya masing-masing menghadiri kelahiran kembali karya Sapardi Djoko Damono.

Setelah acara musikalisasi selesai. Booksigning pun di buka.Antrian panjang mengular tiada putusnya berbaur menjadi satu dalam ruangan aula. Ketika giliranku tiba, tetap saja ada rasa gugup melanda hahaha

Aku hanya bisa bilang,”Pak, minta tanda tangannya.”

Sang Maestro,”Loh,kok ada dua.”

Aku menjawab,”Iya Pak..novel Hujan Bulan Juni ada dua. Satu milik sendiri. Satunya lagi dari sahabatku. Jadinya double.” Hehehe

Karena kebiasaan, tas ransel selalu di taruh di depan. Untuk lebih aman

Terima kasih Pak..sudah menginspirasi!

Kalau rajin keliling seantero aula Bentara Budaya Jakarta pasti bakalan mudah menemukan sesepuh. Dan aku pun bertemu dengan sutradara Slamet Raharjo. Beliau ini sangat mengangumi Sapardi Joko Damono hahahaha

Kata Pak Slamet Raharjo,”Fotonya seperti baregan dengan cucu dan kakek.”

Mereka semua menggangumi seorang Sapardi Djoko Damono malam itu. Hanya lewat kata-kata saja sudah bisa memanggil banyak orang. Kalimat-kalimat puisinya dicontohkan, dimusikalisasi dan tidak akan lama lagi, kita pun akan menyaksikan Hujan Bulan Juni naik ke layar lebar.

Nantikan segera!

7 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Β Pagiku,Semangatku

wp-image-1336901921jpg.jpg

Pagiku, semangatku

Dengan antrian kendaraan roda empat juga dua 

Bergegas seperti diriku yang mengayuh sepeda

Semua orang memiliki hak yang sama 
Pagiku, semangatku

Menyusuri pinggiran sungai tenang 

Dengan jejeran tiang pancang dan ruas tol baru 

Berlomba-lomba untuk saling menyatu
Tumpanganku kosong

Kemarin lusa sudahku turunkan di penggepul barang

Kukayuh sepeda tuaku 

Dia menjadi saksi bisu hidupku. 

Aku besarkan anak-anakku hingga mereka dewasa dan berkeluarga. 

Sayang.. 

Nasib si Sulung berhenti lebih dini 

Di panggil oleh Sang Pemilik

Karena sakit paru-paru 

Meninggalkan satu orang anak yang di bawa ibunya 

Kembali ke tanah Sumatera. 

Pagiku, semangatku

Ketika matahari perlahan beranjak tinggi 

Mengayuh sepeda tuaku sampai pelosok ibukota 

Memunggut barang-barang tak bertuan 

Yang terkadang bisa kuperbaiki dan kujual kembali 

Pagiku, semangatku 

Berbekal nasi bungkus yang dibawakan isteriku 

Aku mengayuh sepeda tuaku 

Menjemput rezeki yang ditakdirkan untukku 

1 Comment

Filed under Serba Serbi Artikel

BPJ: Seribu Buku Anak Berbagi Buku, Semangat Dan Inspirasimu

Membangun karakter dimulai sejak dini, tidak bisa cepat dan instan. Tapi dibangun dalam kesadaran berkeluarga, berbangsa dan bernegara yang hasilnya akan terlihat dalam kurun waktu 20-30 tahun mendatang. Anak-anak mengalami usia emas di umur 1-5 tahun dan 6-12 tahun mulailah berikan anak-anak kita buku-buku yang sesuai dengan usianya. Yang mengembangkan karakter-karakter baik mereka yang akan menentukan Indonesia di masa yang akan datang. 

Saat ini masih banyak anak-anak Indonesia yang masih kekurangan buku bacaan.

Menyambut ulang tahun ke-4 Komunitas Backpacker Jakarta. Komunitas trip yang berbasis sharecost mengadakan program kegiatan Seribu Buku Anal yang mengambil tema Berbagi Buku, Berbagi Semangat dan Inspirasimu. Tidak hanya melibatkan seluruh anggota komunitas Backpacker Jakarta saja, tapi juga mengajak masyarakat luas untuk berperan serta didalamnya dengan menyumbang buku bacaan anak dalam kondisi baru atau pun masih dalam kondisi layak baca untuk disumbangkan di program Seribu Buku Anak dan disebarkan di taman-taman baca yang membutuhkan di seluruh Indonesia. 

Program ini diadakan dari tanggal 20 Februari – 20 Mei 2017. 

Mari, kita dukung gerakan Seribu Buku Anak dengan semangat Berbagi Buku, Berbagi Semangat dan Inspirasimu!

Leave a comment

Filed under Serba Serbi Artikel

Belajar Berkomunitas Di Ngumbar Komunitas, Kuningan City JakartaΒ 

Ngumbar Komunitas yang diadakan oleh Detik Blogger menggundang 4 komunitas yang saat ini sedang hitz yakni :

Setiap komunitas memiliki ciri khasnya masing-masing dalam menggerakan komunitasnya untuk berjalan seiring dan berkesinambungan. Banyak kegiatan yang diusung tiap-tiap komunitas untuk menyatukan visi misi mereka untuk bergerak bersama.

1. Komunitas Pedas (Penulis dan Sastra)

Komunitas ini sudah berdiri sejak 2007 dan baru tahun 2012 diresmikan menjadi komunitas. Pedas artinya dari penulis dan sastra. Logonya adalah cabe. Menyentuh member dari komunitas dengan menerjemahkan program-program untuk suka menulis dan  penyuka sastra. Lama kelamaan mereka semua bersinergi dengan membawa semangat inspirasi untuk berkolaborasi satu dengan lainnya.

2. Komunitas Kopi
Artinya Koalisi Online Pesona Indonesia. Karena gabungan dari blogger, penyuka sinema dan pariwisata Indonesia. Logonya dari Kopi.

3. Komunitas Inspirasi Wanita

Komunitas Inspirasi Wanita awalnya 7 orang. Sekarang anggotanya sudah mencapai 300 orang. Kita ingin menunjukkan bahwa ibu rumah tangga juga bisa. Selain blogger, kami juga melakukan baksos. Membernya adalah wanita. Logo IW.

4. Komunitas ID Corners

Awalnya adalah Jakarta Corners. Jakarta adalah unik. Sekarang memperluas ke seluruh Indonesia. Logo ID adalah representasi Indonesia. Komunitas adalah organisasi. Memperkenalkan travel blogger yang

Gabung Komunitas akan menggembangkan diri sendiri,mengenal orang lain dan belajar untuk lebih peka dengan lingkungan sekitar.
Komunitas berpeluang untuk maju. Perlunya komunitas dalam legalitas fungsinya untuk funding mengerakan kemanusiaan meminta dana  dari badan pemerintahan.

Cara membangun komunitas adalah berkenalan dengan komunitas lain. Cara menggenalkan member dengan kumpul-kumpul bareng per wilayah.

Membangun komunitas tidak mudah. Karena ada banyak kepala. Selesaikan masalah dengan baik-baik. Harus evaluasi dan introspeksi diri.

Membangun komunitas perlu kerja keras dan membuat kegiatan untuk menyatukan berbagai pemikiran.

Pendapat egois yang posting : 

Baru perdana menghadiri acara seperti ini. Founder dan Co-Founder dari keempat komunitas yang hadir memberikan tips-tips jitu cara gabung dengan komunitas, cara menyelesaikan masalah di dalam komunitas, masalah legalitas komunitas dan regenerasi kepengurusan supaya tidak ada dua kepemimpinan.

Bertemu dengan teman-teman dari komunitas lain juga penting untuk membangun jaringan. Ibarat kata, #NgumbarKomunitas adalah tempat kopdar para komunitas apapun untuk lebih mengenal karakteristik setiap komunitas yang hadir.

Selain bertemu komunitas, ada bazar produk di area yang sama. Bazar baju, makanan, fastfood dari jaringan komunitas dan UMKM. Yang di coba :

 

Hiena dari Kemuning Wedding Muslimah

Suwir-suwir ayam dengan dua rasa (orginal dan pedas) dari I-sweer

Dan aku pun belajar bagaimana menjadi moderator yang baik dari Bunda Ani Ringo dalam acara #NgumbarKomunitas.

Apabila ada salah info. Itu karena yang posting tulisannya ingin cepat mempublikasikan supaya tidak menjadi timbunan di dalam draf hahahaha

4 Comments

Filed under Uncategorized

Satu Hari,Tiga TempatΒ 

Melihat pemandangan spektakuler ditempuh dengan perjuangan yang spektakuler juga..

Jalan-jalan keluar kota buatku itu banyak pertimbangannya. Tidak seperti teman-teman lain yang bisa pergi kapan pun mereka mau di akhir pekan. Buatku perlu delapan bulan untuk bisa pergi. Mengatur anggaran dan giliran waktu jaga rumah. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Waktu mendengar BPJ (Backpacker Jakarta) buka trip ke Gunung Galunggung. Kuota 17 orang peserta (belum termasuk PIC), pakai elf dengan biaya akomodasi 219.000 perjalanan sudah termasuk Galunggung, pemandian air panas dan kunjungan wisata Kampung Naga.

Iseng-iseng aku cek Google untuk cari tahu trecking ke Galunggung. Menaiki 600 lebih anak tangga untuk melihat kawah. Kalau buat amatir,nanjak anak tangga, ohke jugalah ya.. hahahaha Banyak pedagang. Pemandangannya ohke..kalau cuaca tidak berkabut. Itu informasi awal buat jaga-jaga.

Ketika hari H tiba :

Kenyataan yang dihadapi tuh diluar ekspetasiku sendiri doeeenggggg 😡😡😱😱

I. Gunung GalunggungΒ 

1. Aku pikir bakalan dapat Elf macem Elf angkot KWK gitu. Gak tahunya dapat Elf yang nyaman, ber AC, bersih, ada stok kontak didalamnya buat charger hape. (Ishh lupa bawa Charger hape😒😭😭😭) dua elf yang artinya bakalan nambah 38 orang teman.

2. Waktu tiba di Galunggung bukan hanya lihat kawah dan pemandangannya doang seperti yang aku baca di Google. Anak tangga yang harus didaki, rasa putus asa ketika tidak sampai-sampai dipuncaknya. Bayangin ya.. Galunggung buat pemula. Bagaimana dengan gunung-gunung lain yang harus ditanjak? Salut buat mereka yang summits di semua gunung di seluruh Indonesia. Perjuangannya itu luar biasaaa πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ buatku, Galunggung sudah bikin napas putus-putus. Hampir 45 menit untuk sampai di puncak (kurang lebih)πŸ˜…πŸ˜… sampai di puncak istirahat sejenak. Lihat sekeliling kawahnya yang hijau, kabut masih tebal,matahari masih malu-malu untuk menampakan diri. Dan lihatlah kebawah ketika kamu sudah sampai diatasnya.

Aku hanya bisa bilang : SPEKTAKULER ! Aku bisa melaluinya dengan susah payah! πŸ˜„πŸ˜™πŸ˜š

Perjuangannya baru akan dimulai lagi ketika kamu memandang ke dasar kawahnya. Iyooo..Kawahnya bikin penasaran hahaha. Ada tenda-tenda besar biru berjejer rapih yang memanggil untuk didatangi πŸ˜„ mari, melanjutkan perjalanan πŸ˜„ itu artinya, kamu harus trecking sepanjang punggung gunung untuk mencapai kawahnya.

Walaupun ada 38 orang teman perjalanan (termasuk 4 orang PIC). Pastikan dirimu menemukan teman seperjuangan seperjalanan yang akan bercanda, tertawa, bantu-bantu drama, foto-fotoin kamu, ngobrol ngalor ngidul, tersesat bareng-bareng hahaha. Ini yang akan membuat perjalananmu bermakna. Tidak usah memaksakan diri karena alam akan memilihkannya untukmu πŸ˜„ yes,akhirnya, aku dapat teman diperjalanan iniπŸ˜™πŸ˜š

 

Foto : Ronalita – non RTπŸ˜„πŸ˜‰

Setelah menyusuri punggung gunung. Laluilah perjuangannya menuruni punggung gunung dengan menekan tumit belakangmu ke pasirnya. Hati-hati memilih pasir untuk berselancar disini πŸ˜„ (tips dari Abang Rockhan). Aku pun dituntun waktu menuruni punggung kawah ini untuk sampai di dasar kawah. πŸ˜„πŸ˜…

Foto : Ronalita – Non RT

Setelah sampai di bawah. Aku berlari bebas menikmati udara yang sejuk, air yang jernih dan pohon-pohon hijau disekelilingnya. Bebaskan dirimu, segera!

Airnya ini enak dan sejuk banget! Beneran sejuk!. Mengalir memasuki danau yang ada di dasar kawah Galunggung yang menjadi muaranya…


II. Pemandian Air Panas

Letaknya tidak jauh dari Gunung Galunggung, masih dalam satu jalur perjalanan. Di pemandian ini tinggal pilih. Mau pemandian di kolam atau pemandian di curug. Pemandian di curug tidak terlalu bagus. Tapi masih lebih baik dibandingkan dengan kolam air panas yang seperti kolam renang. Untuk menuju curug diperlukan waktu trecking 15-20 menit saja.

Dalam satu aliran air ini, akan menemukan air panas dan dingin.

III. Kampung Naga

Jarak dari pemandian air panas ke Kampung Naga kami tempuh dengan melewati bukit-bukit terjal, jalanan yang tidak ramah karena masih alami harus kami lalui dengan berpayah-payah di dalam elf berAC selama 1,5 jam. Entah apa nama daerah yang kami lewati. Karena bagiku, jalur yang kami lalui itu masih terasa asing dimataku. Tidak kami temui bis-bis besar atau mobil pribadi yang lalu lalang. Beneran sepi ! Karena sepi tersebut, kami mendapatkan pemandangan hijaunya pohon-pohon, sawah yang baru ditanam, melewati perkampungan yang masih asri.

Waktu 1,5 jam tak terasa. Tiba-tiba saja sudah sampai di Kampung Naga.
Kalau yang belum tahu Kampung Naga. Bisa baca disiniUntuk mencapai kampung ini harus menuruni +/- 400 anak tangga. Kampung ini luasnya 1,5 Ha dikelilingi bukit-bukit dengan pepohonan yang lebat. Bangunannya pun terlihat masih terbuat dari batang-batang pohon dan batang-batang bambu.. Listrik tidak masuk ke perkampungan ini untuk menghindari bahaya api yang disebabkan oleh konstleting listrik. Yang unik dari kampung ini adalah setiap 10 meter jalan yang dilalui pasti ada tempat sampah. Semakin memasuki ke dalam perkampungan. Tempat-tempat sampah ini sepi dari sisa-sisa bungkus atau sisa-sisa makanan yang terbuang.Β  Penduduk kampung naga tahu artinya hidup berdampingan dengan alam dan merawat alam dengan baik. Kesadaran yang tinggi terlihat dari bersihnya kampung naga dari sampah baik di darat maupun di sungai. Pemanfaatan aliran air pun tidak terbuang secara percuma. Pasti di setiap kamar mandi dari bambu dibawahnya ada ikan-ikan yang dipelihara untuk kebutuhan sehari-hari. Mayoritas penduduk kampung naga beragama Islam. Aku menyempatkan diri untuk sholat didalamnya. Lantai masjidnya tidak terlalu besar, dengan langit-langit rendah dan tempat air wudhu dengan pancuran tersedia disini. Air pancurannya mengalir terus menerus. Aku jatuh cinta dengan airnya yang bening dan sejuk…

Kampung Naga adalah pemberhentian terakhir dari trip yang kuikuti.

3 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Berputar-putar di Blok M Jakarta Selatan Β 

Jangan tunjukkan sebuah peta kepada orang yang buruk membaca peta!  Di jamin tersesat dengan sukses!!

Blok M yang terletak di Jakarta Selatan, zaman aku sekolah di era 90an, wilayah tersebut bagai tak terjamah.Orang seperti keluarga kami yang tinggal di pinggiran Jakarta paling timur. Masuk wilayah Blok M seperti memasuki area elite. Mau pergi menuju kesana, perlu waktu berjam-jam! Pernah tuh di ajak sama almarhum Bapake untuk beli tas sekolah di Gramedia, Blok M.

Di masa dewasa daerah Blok M adalah tempat mencari buku-buku bekas. Kalau ke Blok M, ya hanya cari buku aja… Tidak pakai keliling menjelajah buat explorer. Buat apa di explorer kalau yang terlihat rapi itu harganya pasti mahal hahaha

Iya.. setelah pasar buku di terminal Senen hampir di gusur. Semua para penjual buku kesayanganku pindah ke daerah Blok M. Kalau berkunjung ke Blok M ya harus silaturahmi dengan mereka semua πŸ˜…πŸ˜„ (ingat: cipika cipiki sama penjual yang udah dikenal selama lebih dari satu dekade itu penting banget)

Berbeda dengan malam ini… 

Karena ada urusan janji dengan beberapa teman dapur. Akhirnya, kusempatkan untuk berkunjung ke Blok M. Temu janji tersebut di daerah warung pasta dekat SMA 70. 

Ohkelahhh baru satu bulan berlalu juga..Makan bareng sama tiga orang setelah acara kopdar Blog Kubbu(dua orang kurcaci, satu orang raksasa) di warung pasta daerah Blok M. Masa iya, aku bisa tersesat.Psstttt…Dalam kenyataannya.. πŸ˜„ yukkk kita telusuri jalan panjang berliku berikut ini …

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

Petualangan dimulai..

Pertama, dikirimkan peta lokasi.Jangan sodorkan peta Google Maps atau apapun yang namanya peta kepadaku. Hiksss 😒😭😭😭  tempatnya gak bakalan ketemu 😭😭😭 udah pakai telpon seluler pintar, ditanganku petanya hanya pindah posisi. Maju mundur gede kecil tetep tidak mengerti posisinya ada dimana 😭😭😭

Kedua, cara yang diajarkan sama Ranger Gosong. Baiklah.. mari gunakan GPS alias Gunakan Penduduk Sekitar. Ohke. Mari, tanya petugas keamanan. Sepanjang jalan yang kulalui, masa,petugas keamanannya tidak ada yang tahu SMA 70. πŸ˜₯😨😨  Gimana sihhh penjaga keamanan tidak tahu SMA 70 Blok M😡😡😡😡😡 ini petugas keamanan makan gaji buta apa ya? 

Ketiga, telpon temen minta bantuan. Karena udah berputus asa. Coba telpon teman-teman, berkali-kali tetap tidak mengerti juga. Sama teman yang ditelpon, masih disodorin peta lagi 😡😡 pusing awak ne baca peta meleee 😒😭😭😭

Telpon ke teman  yang sebulan lalu barengan ke warung pasta, dia nehh kasih patokannya cari patung tangan diperempatan.

Demi tangan patung orang yang kulihat sebulan lalu.Akhirnya, nemu patung tangan seperti ini.πŸ‘‡

Telpon-telponlah aku sama teman yang kasih rekomen patung tangan. Kok ya..aku merasa dari petunjuknya, posisiku nemu patung tangan ini tidak sesuai. Udah pengen nangis, putus asa, pengen pulang aja.. malah berdiri di daerah remang-remang pula. Gak pernah berkunjung ke Blok M sendirian di jam delapan malam. Efeknya ya..Gitu.. histeris yang ujung-ujungnya jadi panikan  πŸ˜§πŸ˜©πŸ˜’😡 disini sudah pengen pulang ke rumah karena tempatnya tidak ketemu

Disela putus asa, ada chat masuk d whatsapp. Nanyain sudah sampai mana..(padahal posisiku sudah pengen pulang sudah tidak mau ketemuan lagi) 

Sambil jalan, ada rasa penasaran juga.

Ohke…aku putuskan untuk pakai GPS lagi..Bertanya pakai GPS pedagang asongan. GPS Parkiran, GPS petugas kolong, GPS pedagang buah, GPS Pak Ogah, dan banyak GPS..GPS..Lainnya sepanjang 10 meter aku tanyain, Setiap tikungan, setiap keramaian yang berkelompok. Ujungnya tuh ketemu GPS Veteran udah tua yang kasih petunjuk dengan terang seterang matahari. Sampai dua kali aku bertanya sama GPS yang terakhir ini..

Taraaaaa….

Taraaaaa… 

Taraaaaa…

Alhamdulillah.. teman-teman.. horeeeee… Akhirnya…*nangis bahagia*

Patokan yang direkomendasikan adalah tangan patung ini 

Dari patung ini ketemulah tempat meet up. Aye….πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ Yup, bener banget! Aku perlu waktu 50 menit buat nemu patung tangan ini. 😒😒 Beneran 2x bolak balik lewat depan Blok M Plaza. Keliling di ruko-ruko pinggiran Melawai. Sampai nemu toko roti papaya yang membuatku meneteskan air liur (maklum hobi makan roti). Dan sampai di tempat janji temu, badanku bermandikan keringat yang lumayan dahsyat.😐 Kalau teman-temanku tahu perjuanganku buat sampai di tempat mereka meet up. Gimana coba..Gimana reaksi mereka? πŸ˜₯πŸ˜₯  sampai di tempat meet up, diskusinya sudah berlangsung jauh banget. 

Beruntungnya, pas pulang langsung menuju terminal dan masih tanya GPS. Tapi tidak sesering waktu datang.

Ingat : kalau jalan ke suatu daerah tak bertuan. Jangan suruh aku baca peta. πŸ˜„πŸ˜…πŸ˜…

7 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...