Monthly Archives: January 2017

Satu Hari,Tiga TempatΒ 

Melihat pemandangan spektakuler ditempuh dengan perjuangan yang spektakuler juga..

Jalan-jalan keluar kota buatku itu banyak pertimbangannya. Tidak seperti teman-teman lain yang bisa pergi kapan pun mereka mau di akhir pekan. Buatku perlu delapan bulan untuk bisa pergi. Mengatur anggaran dan giliran waktu jaga rumah. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Waktu mendengar BPJ (Backpacker Jakarta) buka trip ke Gunung Galunggung. Kuota 17 orang peserta (belum termasuk PIC), pakai elf dengan biaya akomodasi 219.000 perjalanan sudah termasuk Galunggung, pemandian air panas dan kunjungan wisata Kampung Naga.

Iseng-iseng aku cek Google untuk cari tahu trecking ke Galunggung. Menaiki 600 lebih anak tangga untuk melihat kawah. Kalau buat amatir,nanjak anak tangga, ohke jugalah ya.. hahahaha Banyak pedagang. Pemandangannya ohke..kalau cuaca tidak berkabut. Itu informasi awal buat jaga-jaga.

Ketika hari H tiba :

Kenyataan yang dihadapi tuh diluar ekspetasiku sendiri doeeenggggg 😡😡😱😱

I. Gunung GalunggungΒ 

1. Aku pikir bakalan dapat Elf macem Elf angkot KWK gitu. Gak tahunya dapat Elf yang nyaman, ber AC, bersih, ada stok kontak didalamnya buat charger hape. (Ishh lupa bawa Charger hape😒😭😭😭) dua elf yang artinya bakalan nambah 38 orang teman.

2. Waktu tiba di Galunggung bukan hanya lihat kawah dan pemandangannya doang seperti yang aku baca di Google. Anak tangga yang harus didaki, rasa putus asa ketika tidak sampai-sampai dipuncaknya. Bayangin ya.. Galunggung buat pemula. Bagaimana dengan gunung-gunung lain yang harus ditanjak? Salut buat mereka yang summits di semua gunung di seluruh Indonesia. Perjuangannya itu luar biasaaa πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ buatku, Galunggung sudah bikin napas putus-putus. Hampir 45 menit untuk sampai di puncak (kurang lebih)πŸ˜…πŸ˜… sampai di puncak istirahat sejenak. Lihat sekeliling kawahnya yang hijau, kabut masih tebal,matahari masih malu-malu untuk menampakan diri. Dan lihatlah kebawah ketika kamu sudah sampai diatasnya.

Aku hanya bisa bilang : SPEKTAKULER ! Aku bisa melaluinya dengan susah payah! πŸ˜„πŸ˜™πŸ˜š

Perjuangannya baru akan dimulai lagi ketika kamu memandang ke dasar kawahnya. Iyooo..Kawahnya bikin penasaran hahaha. Ada tenda-tenda besar biru berjejer rapih yang memanggil untuk didatangi πŸ˜„ mari, melanjutkan perjalanan πŸ˜„ itu artinya, kamu harus trecking sepanjang punggung gunung untuk mencapai kawahnya.

Walaupun ada 38 orang teman perjalanan (termasuk 4 orang PIC). Pastikan dirimu menemukan teman seperjuangan seperjalanan yang akan bercanda, tertawa, bantu-bantu drama, foto-fotoin kamu, ngobrol ngalor ngidul, tersesat bareng-bareng hahaha. Ini yang akan membuat perjalananmu bermakna. Tidak usah memaksakan diri karena alam akan memilihkannya untukmu πŸ˜„ yes,akhirnya, aku dapat teman diperjalanan iniπŸ˜™πŸ˜š

 

Foto : Ronalita – non RTπŸ˜„πŸ˜‰

Setelah menyusuri punggung gunung. Laluilah perjuangannya menuruni punggung gunung dengan menekan tumit belakangmu ke pasirnya. Hati-hati memilih pasir untuk berselancar disini πŸ˜„ (tips dari Abang Rockhan). Aku pun dituntun waktu menuruni punggung kawah ini untuk sampai di dasar kawah. πŸ˜„πŸ˜…

Foto : Ronalita – Non RT

Setelah sampai di bawah. Aku berlari bebas menikmati udara yang sejuk, air yang jernih dan pohon-pohon hijau disekelilingnya. Bebaskan dirimu, segera!

Airnya ini enak dan sejuk banget! Beneran sejuk!. Mengalir memasuki danau yang ada di dasar kawah Galunggung yang menjadi muaranya…


II. Pemandian Air Panas

Letaknya tidak jauh dari Gunung Galunggung, masih dalam satu jalur perjalanan. Di pemandian ini tinggal pilih. Mau pemandian di kolam atau pemandian di curug. Pemandian di curug tidak terlalu bagus. Tapi masih lebih baik dibandingkan dengan kolam air panas yang seperti kolam renang. Untuk menuju curug diperlukan waktu trecking 15-20 menit saja.

Dalam satu aliran air ini, akan menemukan air panas dan dingin.

III. Kampung Naga

Jarak dari pemandian air panas ke Kampung Naga kami tempuh dengan melewati bukit-bukit terjal, jalanan yang tidak ramah karena masih alami harus kami lalui dengan berpayah-payah di dalam elf berAC selama 1,5 jam. Entah apa nama daerah yang kami lewati. Karena bagiku, jalur yang kami lalui itu masih terasa asing dimataku. Tidak kami temui bis-bis besar atau mobil pribadi yang lalu lalang. Beneran sepi ! Karena sepi tersebut, kami mendapatkan pemandangan hijaunya pohon-pohon, sawah yang baru ditanam, melewati perkampungan yang masih asri.

Waktu 1,5 jam tak terasa. Tiba-tiba saja sudah sampai di Kampung Naga.
Kalau yang belum tahu Kampung Naga. Bisa baca disiniUntuk mencapai kampung ini harus menuruni +/- 400 anak tangga. Kampung ini luasnya 1,5 Ha dikelilingi bukit-bukit dengan pepohonan yang lebat. Bangunannya pun terlihat masih terbuat dari batang-batang pohon dan batang-batang bambu.. Listrik tidak masuk ke perkampungan ini untuk menghindari bahaya api yang disebabkan oleh konstleting listrik. Yang unik dari kampung ini adalah setiap 10 meter jalan yang dilalui pasti ada tempat sampah. Semakin memasuki ke dalam perkampungan. Tempat-tempat sampah ini sepi dari sisa-sisa bungkus atau sisa-sisa makanan yang terbuang.Β  Penduduk kampung naga tahu artinya hidup berdampingan dengan alam dan merawat alam dengan baik. Kesadaran yang tinggi terlihat dari bersihnya kampung naga dari sampah baik di darat maupun di sungai. Pemanfaatan aliran air pun tidak terbuang secara percuma. Pasti di setiap kamar mandi dari bambu dibawahnya ada ikan-ikan yang dipelihara untuk kebutuhan sehari-hari. Mayoritas penduduk kampung naga beragama Islam. Aku menyempatkan diri untuk sholat didalamnya. Lantai masjidnya tidak terlalu besar, dengan langit-langit rendah dan tempat air wudhu dengan pancuran tersedia disini. Air pancurannya mengalir terus menerus. Aku jatuh cinta dengan airnya yang bening dan sejuk…

Kampung Naga adalah pemberhentian terakhir dari trip yang kuikuti.

3 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Berputar-putar di Blok M Jakarta Selatan Β 

Jangan tunjukkan sebuah peta kepada orang yang buruk membaca peta!  Di jamin tersesat dengan sukses!!

Blok M yang terletak di Jakarta Selatan, zaman aku sekolah di era 90an, wilayah tersebut bagai tak terjamah.Orang seperti keluarga kami yang tinggal di pinggiran Jakarta paling timur. Masuk wilayah Blok M seperti memasuki area elite. Mau pergi menuju kesana, perlu waktu berjam-jam! Pernah tuh di ajak sama almarhum Bapake untuk beli tas sekolah di Gramedia, Blok M.

Di masa dewasa daerah Blok M adalah tempat mencari buku-buku bekas. Kalau ke Blok M, ya hanya cari buku aja… Tidak pakai keliling menjelajah buat explorer. Buat apa di explorer kalau yang terlihat rapi itu harganya pasti mahal hahaha

Iya.. setelah pasar buku di terminal Senen hampir di gusur. Semua para penjual buku kesayanganku pindah ke daerah Blok M. Kalau berkunjung ke Blok M ya harus silaturahmi dengan mereka semua πŸ˜…πŸ˜„ (ingat: cipika cipiki sama penjual yang udah dikenal selama lebih dari satu dekade itu penting banget)

Berbeda dengan malam ini… 

Karena ada urusan janji dengan beberapa teman dapur. Akhirnya, kusempatkan untuk berkunjung ke Blok M. Temu janji tersebut di daerah warung pasta dekat SMA 70. 

Ohkelahhh baru satu bulan berlalu juga..Makan bareng sama tiga orang setelah acara kopdar Blog Kubbu(dua orang kurcaci, satu orang raksasa) di warung pasta daerah Blok M. Masa iya, aku bisa tersesat.Psstttt…Dalam kenyataannya.. πŸ˜„ yukkk kita telusuri jalan panjang berliku berikut ini …

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

Petualangan dimulai..

Pertama, dikirimkan peta lokasi.Jangan sodorkan peta Google Maps atau apapun yang namanya peta kepadaku. Hiksss 😒😭😭😭  tempatnya gak bakalan ketemu 😭😭😭 udah pakai telpon seluler pintar, ditanganku petanya hanya pindah posisi. Maju mundur gede kecil tetep tidak mengerti posisinya ada dimana 😭😭😭

Kedua, cara yang diajarkan sama Ranger Gosong. Baiklah.. mari gunakan GPS alias Gunakan Penduduk Sekitar. Ohke. Mari, tanya petugas keamanan. Sepanjang jalan yang kulalui, masa,petugas keamanannya tidak ada yang tahu SMA 70. πŸ˜₯😨😨  Gimana sihhh penjaga keamanan tidak tahu SMA 70 Blok M😡😡😡😡😡 ini petugas keamanan makan gaji buta apa ya? 

Ketiga, telpon temen minta bantuan. Karena udah berputus asa. Coba telpon teman-teman, berkali-kali tetap tidak mengerti juga. Sama teman yang ditelpon, masih disodorin peta lagi 😡😡 pusing awak ne baca peta meleee 😒😭😭😭

Telpon ke teman  yang sebulan lalu barengan ke warung pasta, dia nehh kasih patokannya cari patung tangan diperempatan.

Demi tangan patung orang yang kulihat sebulan lalu.Akhirnya, nemu patung tangan seperti ini.πŸ‘‡

Telpon-telponlah aku sama teman yang kasih rekomen patung tangan. Kok ya..aku merasa dari petunjuknya, posisiku nemu patung tangan ini tidak sesuai. Udah pengen nangis, putus asa, pengen pulang aja.. malah berdiri di daerah remang-remang pula. Gak pernah berkunjung ke Blok M sendirian di jam delapan malam. Efeknya ya..Gitu.. histeris yang ujung-ujungnya jadi panikan  πŸ˜§πŸ˜©πŸ˜’😡 disini sudah pengen pulang ke rumah karena tempatnya tidak ketemu

Disela putus asa, ada chat masuk d whatsapp. Nanyain sudah sampai mana..(padahal posisiku sudah pengen pulang sudah tidak mau ketemuan lagi) 

Sambil jalan, ada rasa penasaran juga.

Ohke…aku putuskan untuk pakai GPS lagi..Bertanya pakai GPS pedagang asongan. GPS Parkiran, GPS petugas kolong, GPS pedagang buah, GPS Pak Ogah, dan banyak GPS..GPS..Lainnya sepanjang 10 meter aku tanyain, Setiap tikungan, setiap keramaian yang berkelompok. Ujungnya tuh ketemu GPS Veteran udah tua yang kasih petunjuk dengan terang seterang matahari. Sampai dua kali aku bertanya sama GPS yang terakhir ini..

Taraaaaa….

Taraaaaa… 

Taraaaaa…

Alhamdulillah.. teman-teman.. horeeeee… Akhirnya…*nangis bahagia*

Patokan yang direkomendasikan adalah tangan patung ini 

Dari patung ini ketemulah tempat meet up. Aye….πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ Yup, bener banget! Aku perlu waktu 50 menit buat nemu patung tangan ini. 😒😒 Beneran 2x bolak balik lewat depan Blok M Plaza. Keliling di ruko-ruko pinggiran Melawai. Sampai nemu toko roti papaya yang membuatku meneteskan air liur (maklum hobi makan roti). Dan sampai di tempat janji temu, badanku bermandikan keringat yang lumayan dahsyat.😐 Kalau teman-temanku tahu perjuanganku buat sampai di tempat mereka meet up. Gimana coba..Gimana reaksi mereka? πŸ˜₯πŸ˜₯  sampai di tempat meet up, diskusinya sudah berlangsung jauh banget. 

Beruntungnya, pas pulang langsung menuju terminal dan masih tanya GPS. Tapi tidak sesering waktu datang.

Ingat : kalau jalan ke suatu daerah tak bertuan. Jangan suruh aku baca peta. πŸ˜„πŸ˜…πŸ˜…

7 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Waktu Luangmu, Komunitasmu

komunitas1

Komunitas yang selaras dalam tujuan sosial hidupmu, yang memiliki visi dan misi yang sama, bernapas dalam satu tarikan napas

Bekerja dari Senin sampai Jum’atΒ  adalah rutinitas untuk mengepulkan dapurmu, mengisi waktumu untuk berkarya demiΒ  masa depanmu dan orang-orang yang dekat dengan dirimu yang mengharapkanmu memiliki mimpi-mimpi indah untuk diwujudkan dalam waktu 10-20 tahun ke depan.

Atau ada juga rutinitas pekerjaan yang dimulai dari pekerjaan yang tidak mengikat hari dan waktu. Suka-suka hari dan waktunya. Dirimu adalah bosnya.

Kalau masih ada waktu tersisa dalam seminggu. Itulah waktu luangmu untuk dirimu sendiri yang bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi atau meluangkan waktu untuk jiwa sosial dalam dirimu. Yang dipanggil untuk berkarya di dunia yang luas yang masih membutuhkan uluran tanganmu.

Bergabunglah di dalam komunitas yang selaras dalam tujuan sosial hidupmu.Yang memiliki visi dan misi yang sama, bernapas dalam satu tarikan napas. Yang tidak membuat dirimu sakit kepala sampai ke ubun-ubun. Dan ketika waktu luangmu sudah berakhir di akhir hari karena sudah menyalurkan sedikit kebutuhan jiwa sosial dalam dirimu. Ketika terlelap di dalam peraduan. Wajahmu tersenyum bagai matahari terbit karena sudah menunaikan tugas dengan baik. Itulah kebahagiaan tak ternilai dari sebuah komunitas. Membuat jiwamu menjadi lebih bermakna

Karena komunitas adalah keluarga keduamu, dimana hati dan jiwa sosialmu berada.

Apakah kamu sudah menemukan komunitas yang sudah membuat hidupmu menjadi berharga dan bermakna?

1 Comment

Filed under Serba Serbi Artikel

Menantang Matahari Dengan Senyum

Kuning padi yang merunduk bisu 

Bisu karena beban 

Semakin berat, semakin merendah

Terselip sebuah kisah 

Kecil tapi gagah 

Merekah dengan percaya diri 

Menghadapkan wajahnya ke matahari

Mengeluarkan warna cerah untuk menandai kehadirannya 

Tak ada yang melihatku 

Tapi aku ada…

Ketika satu tangan manusia 

Membuatku memandang dari sudut berbeda 

Ternyata, 

Dunia yang kukenal sebelumnya tak seluas yang ku kira. 

Sekejap mata 

Aku bisa! 

Ya…

Aku bisa!!

Membuat sekitarku menjadi lebih bermakna..

Bersemangat mengukir kenangan di atas jalan luas tanpa batas 

Angin sepoi-sepoi 

Membelai lembut mesra

Membawa ke dunia khayal tanpa batas 

Tanpa pernah terbangun kembali.. 

Itulah keabadian hakiki untuk semua hamba-hamba Nya

1 Comment

Filed under Serba Serbi Artikel