Monthly Archives: March 2017

4 Sesi Dengan 4 Tema Berbeda Dalam Satu Hari

Apa yang berbeda ketika ada talkshow yang menawarkan 4 sesi dengan 4 tema berbeda dalam satu hari? Pastinya bakalan bingung ya..mau ikut tema yang manakan?Hmmm…Baiklah, mari, kita bahas tema bersama narasumbernya masing-masing. Yukkk..

Sesi 1 : Menulis Rutin Di Blog.

Narasumber : Mba Yayat, Kompasianer Blogger Of The Year 2016.

Sudah ada yang kenal dengan Mba Yayat sapaan akrab pemilik nama Nurhayati dari Kompasiana? Ohke ya..di tempat acara #PasarHobi2017 PGC Lt.3A sih..para blogger sudah saling kenal. Beda denganku yang tidak kenal sama narsumnya hahahaa karena lingkungan mainnya yang beda hehehe (bookreader lagi main ke blogger πŸ˜…πŸ˜†)

Mba Yayat menerangkan pentingnya menulis yakni untuk biasakan otak berpikir,memberikan informasi, networking, personal branding dan tahu lebih dulu informasi.

Kiat-kiat menulis yang dibagikan oleh Mba Yayat adalah tulis yang dilihat dan dipikirkan, menulis adalah sharing informasi, nikmati dan jangan jadi paksaan, blog walking dan membaca untuk memperbaiki kemampuan.

Gmana caranya untuk konsisten ? Ingatlah tujuan menulismu. Ibarat perapian, ini adalah sumbernya. Kalau males-malesan (jleb jleb jleb kayak aku neh..blognya jangan berharap ada diperingkat 1 Google hahaha). Pilih topik yang disukai, buat target post blog, networking dan punya bank ide dan bank fotoπŸ˜†

Nah, yang punya syarat-syarat diatas sudah bisa menggembangkan blognya. Harus,wajib fardu ain! Kalau mau di halaman 1 Google!

Sesi 2 : Pencegahan Kanker.

Narasumber : Tramedika

wp-image-1855009168jpg.jpg     Fotografer : Salman Faris

Pencegahan kanker dimulai dari sendiri. Dan baru tahu ya… Kalau beli tahu di pasar. Tahu harus di rebus terlebih dahulu sebelum digunakan lebih lanjut. Ini untuk pencegahan kanker secara dini.

Sesi 3: Mulai Secara Benar & Sederhana, Kenali Dengan Tepat.

Narasumber : Eka Muchlis S.Siregar

Bagaimana merencanakan keuangan dengan benar dan tepat? Apakah perencanaan keuangan yang kita lakukan saat ini sudah tepat? Mari,melihat sejenak apa yang dipaparkan oleh narasumber dalam talkshow singkatnya πŸ˜„

Untuk merencanakan tabungan masa depan. 40% pendapatan harus disisihkan untuk dana masa depan. Tabungan ini bisa dimasukkan ke dalam bentuk proteksi asuransi,tabungan dana masa depan, dan tabungan pendidikan. 60% pendapatan untuk pembiayaan (termasuk hutang hrs dibayar terlebih dahulu dalam anggaran ini) dan sisanya untuk trip sebesar 5%.

Kurangnya disiplin dalam perencanaan akan menyebabkan kegagalan perencanaan masa depan.

Dimulai usia berapa menabung untuk diri sendiri di bank konvensional? Jawabannya pun beragam. Semakin dini anak-anak dikenalkan pada bank konvensional akan membuat perencanaan keuangan masa depan akan semakin baik.

Dimulai usia berapa tabungan untuk orangtua dimulai? Ketika seorang anak berusia 21 tahun. Usia dewasa dan bekerja.

Perencanaan keuangan yang baik akan menjamin masa tua dengan keuangan yang baik pula.Sudahkah melakukan apa yang disarankan oleh narsum? Hayoooo,siapa yang sudah melakukannya? πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Sesi 4: Sharing Travel Blogging.

Narasumber: Salman Faris, Founder Indonesia Corners

              Sumber : Rizki BangDul

Apa saja sih yang harus dipersiapkan dalam merencakan perjalanan? Simak tips-tips jitu dari Salman Faris, Founder Indonesia Corners.

Sebelum traveling: rajin-rajinlah meriset tempat yang akan dituju. Cari tahu untuk sampai ke tempat tujuan, mulai menulis dengan hati dan pengalaman, Content is King but Originality is Queen. Usahakan menulis lebih dari 500 kata. Buat pemula,mulailah menulis 100-200 kata di dalam setiap postingan. Ketika semua ini sudah tercapai bersiaplah untuk memposting tulisanmu di dalam blog milikmu.

Berani! Itu adalah kata kunci untuk mulai menshare hasil tulisanmu di dalam link medsos milikmu. (Untuk nubie)

Selain talkshow, acara yang dilangsungkan di Pasar Hobi PGC Lt.3A masih tetap menggumpulkan donasi 1.000 buku untuk anak Indonesia, penyerahan secara simbolis donasi buku dari 26 RT dan 13 Klub yang ada di Komunitas Backpacker Jakarta, penyerahan donasi 100 tas sekolah dari Tramedika, games-games seru dan tarian maumere yang diikuti oleh para pengunjung yang hadir di Pasar Hobi PGC Lt.3A.

Pendapat egois yang posting

Apa yang di dapat hari ini di dalam talkshow 4 sesi dengan 4 tema dalam satu hari. Ya..telah membuat mata ini terbuka. Lebih rinci dan elegan dalam mengatur setiap jeda sesi per sesi. Ajaklah mereka yang senapas,sejiwa untuk membantumu. Yang mau bergerak melangkah berderap bersama. Karena mereka akan membantumu dan menggawal disampingmu sampai akhir tanpa pamrih. Karena dapat stan free di #PasarHobi2017 harap maklum apabila banyak kekurangan. Dan terima kasih untuk para narsum keceh badai yang telah mengisi acara.

Kebaperan ada untuk dikenang hahaha

Medsos narsum: 

1. Mba Yayat

2. Tramedika

3. Eka Muchlis S.Siregar

4. Salman Faris, Indonesia Corners 

Advertisements

6 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

77 Tahun Sapardi Djoko Damono Lahir Kembali

wp-image-288974896jpg.jpg

Aku mengenalnya lewat buku terjemahan sastra di masa sekolah (lupa judulnya).
Di masa dewasa dan sudah mengenal genre buku lebih banyak. Aku mengenalnya lewat puisi-puisi yang ditorehkannya lewat karya-karyanya yang luar biasa. Buku puisi karya beliau yang pertama aku baca adalah Hujan Bulan Juni

Beruntung ya penerbit tempatnya bernaung sudi menerbitkannya kembali dengan cover yang lebih baik dan elegan. Tak ada lagi tuh puisi sebagai buku yang berat untuk di baca dan dinikmati.

Kesempatan bertemu Sapardi Djoko Damono,Sang Maestro,begitulah aku menyebut beliau. Di sebuah event buku tahunan Goodreads Indonesia, Indonesia Reading Festival 2015 di gedung Synthesis Lt.7. Workhop tersebut dibuka dengan 50 peserta. Apa yang kudapat? Banyak sekali ilmu yang diajarkan oleh beliau selama 2 jam tersebut. Yang membekas di dalam kelas tersebut yakni latihlah semua panca indramu untuk menemukan dan mengaitkan semua yang ada. Dan jadikan kalimat yang ringkas,sederhana dan kuat. Jangan bikin puisi pada saat jatuh cinta saja. Tapi juga setelah jatuh cinta dan putus cinta.

Setelah dari workshop tersebut aku jarang memantau TL Twit karena kesibukanku dan melewatkan kuis di Instagram untuk menyambut 77 tahun Sang Maestro.

Keberuntungan pun tiba tanpa disangka-sangka. TL Twit Gramedia membuka kesempatan pendaftaran untuk menghadiri peluncuran 7 buku+novel di #77tahunSDD pada Rabu,22 Maret 2017 di Bentara Budaya. Dan aku lulus seleksi..

Ketika waktunya tiba, tempat acara peluncuran sudah penuh dengan tamu undangan VIP, reservasi dan pemenang kuis.

Peluncuran 7 buku #77tahunSDD yakni Ayat-Ayat Api, Ada Berita Apa Hari ini,Den Sastro? Kolam, Namaku Sita, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita,duka-Mu Abadi dan novel Pingkan Melipat Jarak (lanjutan novel Hujan Bulan Juni) menandai buku-buku tersebut dilahirkan kembali oleh Sapardi Djoko Damono dengan cover baru dan ilustrasi yang bagus.

Di peluncuran 7 buku yang dilahirkan kembali tersebut para undangan dihibur oleh musikalisasi dan juga pembacaan puisi oleh para bintang tamu dari penulis-penulis buku Indonesia. Misalnya, Iwan Setyawan (9 Autumn 10 Summer, Ibuk), Joko Pinurbo (Penulis puisi neh), Goenawam Muhammad (ini juga penulis puisi). Dan masih banyak sesepuh-sesepuh yang berbakat dibidangnya masing-masing menghadiri kelahiran kembali karya Sapardi Djoko Damono.

Setelah acara musikalisasi selesai. Booksigning pun di buka.Antrian panjang mengular tiada putusnya berbaur menjadi satu dalam ruangan aula. Ketika giliranku tiba, tetap saja ada rasa gugup melanda hahaha

Aku hanya bisa bilang,”Pak, minta tanda tangannya.”

Sang Maestro,”Loh,kok ada dua.”

Aku menjawab,”Iya Pak..novel Hujan Bulan Juni ada dua. Satu milik sendiri. Satunya lagi dari sahabatku. Jadinya double.” Hehehe

Karena kebiasaan, tas ransel selalu di taruh di depan. Untuk lebih aman

Terima kasih Pak..sudah menginspirasi!

Kalau rajin keliling seantero aula Bentara Budaya Jakarta pasti bakalan mudah menemukan sesepuh. Dan aku pun bertemu dengan sutradara Slamet Raharjo. Beliau ini sangat mengangumi Sapardi Joko Damono hahahaha

Kata Pak Slamet Raharjo,”Fotonya seperti baregan dengan cucu dan kakek.”

Mereka semua menggangumi seorang Sapardi Djoko Damono malam itu. Hanya lewat kata-kata saja sudah bisa memanggil banyak orang. Kalimat-kalimat puisinya dicontohkan, dimusikalisasi dan tidak akan lama lagi, kita pun akan menyaksikan Hujan Bulan Juni naik ke layar lebar.

Nantikan segera!

7 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Β Pagiku,Semangatku

wp-image-1336901921jpg.jpg

Pagiku, semangatku

Dengan antrian kendaraan roda empat juga dua 

Bergegas seperti diriku yang mengayuh sepeda

Semua orang memiliki hak yang sama 
Pagiku, semangatku

Menyusuri pinggiran sungai tenang 

Dengan jejeran tiang pancang dan ruas tol baru 

Berlomba-lomba untuk saling menyatu
Tumpanganku kosong

Kemarin lusa sudahku turunkan di penggepul barang

Kukayuh sepeda tuaku 

Dia menjadi saksi bisu hidupku. 

Aku besarkan anak-anakku hingga mereka dewasa dan berkeluarga. 

Sayang.. 

Nasib si Sulung berhenti lebih dini 

Di panggil oleh Sang Pemilik

Karena sakit paru-paru 

Meninggalkan satu orang anak yang di bawa ibunya 

Kembali ke tanah Sumatera. 

Pagiku, semangatku

Ketika matahari perlahan beranjak tinggi 

Mengayuh sepeda tuaku sampai pelosok ibukota 

Memunggut barang-barang tak bertuan 

Yang terkadang bisa kuperbaiki dan kujual kembali 

Pagiku, semangatku 

Berbekal nasi bungkus yang dibawakan isteriku 

Aku mengayuh sepeda tuaku 

Menjemput rezeki yang ditakdirkan untukku 

1 Comment

Filed under Serba Serbi Artikel