Monthly Archives: Maret 2017

4 Sesi Dengan 4 Tema Berbeda Dalam Satu Hari

Apa yang berbeda ketika ada talkshow yang menawarkan 4 sesi dengan 4 tema berbeda dalam satu hari? Pastinya bakalan bingung ya..mau ikut tema yang manakan?Hmmm…Baiklah, mari, kita bahas tema bersama narasumbernya masing-masing. Yukkk.. Baca lebih lanjut

Iklan

6 Komentar

Filed under Jalan-Jalan

77 Tahun Sapardi Djoko Damono Lahir Kembali

wp-image-288974896jpg.jpg

Aku mengenalnya lewat buku terjemahan sastra di masa sekolah (lupa judulnya).
Di masa dewasa dan sudah mengenal genre buku lebih banyak. Aku mengenalnya lewat puisi-puisi yang ditorehkannya lewat karya-karyanya yang luar biasa. Buku puisi karya beliau yang pertama aku baca adalah Hujan Bulan Juni

Beruntung ya penerbit tempatnya bernaung sudi menerbitkannya kembali dengan cover yang lebih baik dan elegan. Tak ada lagi tuh puisi sebagai buku yang berat untuk di baca dan dinikmati.

Kesempatan bertemu Sapardi Djoko Damono,Sang Maestro,begitulah aku menyebut beliau. Di sebuah event buku tahunan Goodreads Indonesia, Indonesia Reading Festival 2015 di gedung Synthesis Lt.7. Workhop tersebut dibuka dengan 50 peserta. Apa yang kudapat? Banyak sekali ilmu yang diajarkan oleh beliau selama 2 jam tersebut. Yang membekas di dalam kelas tersebut yakni latihlah semua panca indramu untuk menemukan dan mengaitkan semua yang ada. Dan jadikan kalimat yang ringkas,sederhana dan kuat. Jangan bikin puisi pada saat jatuh cinta saja. Tapi juga setelah jatuh cinta dan putus cinta.

Setelah dari workshop tersebut aku jarang memantau TL Twit karena kesibukanku dan melewatkan kuis di Instagram untuk menyambut 77 tahun Sang Maestro.

Keberuntungan pun tiba tanpa disangka-sangka. TL Twit Gramedia membuka kesempatan pendaftaran untuk menghadiri peluncuran 7 buku+novel di #77tahunSDD pada Rabu,22 Maret 2017 di Bentara Budaya. Dan aku lulus seleksi..

Ketika waktunya tiba, tempat acara peluncuran sudah penuh dengan tamu undangan VIP, reservasi dan pemenang kuis.

Peluncuran 7 buku #77tahunSDD yakni Ayat-Ayat Api, Ada Berita Apa Hari ini,Den Sastro? Kolam, Namaku Sita, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita,duka-Mu Abadi dan novel Pingkan Melipat Jarak (lanjutan novel Hujan Bulan Juni) menandai buku-buku tersebut dilahirkan kembali oleh Sapardi Djoko Damono dengan cover baru dan ilustrasi yang bagus.

Di peluncuran 7 buku yang dilahirkan kembali tersebut para undangan dihibur oleh musikalisasi dan juga pembacaan puisi oleh para bintang tamu dari penulis-penulis buku Indonesia. Misalnya, Iwan Setyawan (9 Autumn 10 Summer, Ibuk), Joko Pinurbo (Penulis puisi neh), Goenawam Muhammad (ini juga penulis puisi). Dan masih banyak sesepuh-sesepuh yang berbakat dibidangnya masing-masing menghadiri kelahiran kembali karya Sapardi Djoko Damono.

Setelah acara musikalisasi selesai. Booksigning pun di buka.Antrian panjang mengular tiada putusnya berbaur menjadi satu dalam ruangan aula. Ketika giliranku tiba, tetap saja ada rasa gugup melanda hahaha

Aku hanya bisa bilang,”Pak, minta tanda tangannya.”

Sang Maestro,”Loh,kok ada dua.”

Aku menjawab,”Iya Pak..novel Hujan Bulan Juni ada dua. Satu milik sendiri. Satunya lagi dari sahabatku. Jadinya double.” Hehehe

Karena kebiasaan, tas ransel selalu di taruh di depan. Untuk lebih aman

Terima kasih Pak..sudah menginspirasi!

Kalau rajin keliling seantero aula Bentara Budaya Jakarta pasti bakalan mudah menemukan sesepuh. Dan aku pun bertemu dengan sutradara Slamet Raharjo. Beliau ini sangat mengangumi Sapardi Joko Damono hahahaha

Kata Pak Slamet Raharjo,”Fotonya seperti baregan dengan cucu dan kakek.”

Mereka semua menggangumi seorang Sapardi Djoko Damono malam itu. Hanya lewat kata-kata saja sudah bisa memanggil banyak orang. Kalimat-kalimat puisinya dicontohkan, dimusikalisasi dan tidak akan lama lagi, kita pun akan menyaksikan Hujan Bulan Juni naik ke layar lebar.

Nantikan segera!

7 Komentar

Filed under Rak Buku

 Pagiku,Semangatku

wp-image-1336901921jpg.jpg

Pagiku, semangatku

Dengan antrian kendaraan roda empat juga dua 

Bergegas seperti diriku yang mengayuh sepeda

Semua orang memiliki hak yang sama 
Pagiku, semangatku

Menyusuri pinggiran sungai tenang 

Dengan jejeran tiang pancang dan ruas tol baru 

Berlomba-lomba untuk saling menyatu
Tumpanganku kosong

Kemarin lusa sudahku turunkan di penggepul barang

Kukayuh sepeda tuaku 

Dia menjadi saksi bisu hidupku. 

Aku besarkan anak-anakku hingga mereka dewasa dan berkeluarga. 

Sayang.. 

Nasib si Sulung berhenti lebih dini 

Di panggil oleh Sang Pemilik

Karena sakit paru-paru 

Meninggalkan satu orang anak yang di bawa ibunya 

Kembali ke tanah Sumatera. 

Pagiku, semangatku

Ketika matahari perlahan beranjak tinggi 

Mengayuh sepeda tuaku sampai pelosok ibukota 

Memunggut barang-barang tak bertuan 

Yang terkadang bisa kuperbaiki dan kujual kembali 

Pagiku, semangatku 

Berbekal nasi bungkus yang dibawakan isteriku 

Aku mengayuh sepeda tuaku 

Menjemput rezeki yang ditakdirkan untukku 

1 Komentar

Filed under Serba Serbi Artikel