Monthly Archives: April 2017

Dongeng Sekolah Tebing : 52 Kisah Sekolah Terpencil Di Ujung Angin, Clara Ng

Memiliki cita-cita akan membuatmu semangat mengejarnya sampai ke ujung dunia. Harapan akan membuatmu percaya bahwa Tuhan itu ada dalam mengatur segalanya…

Tia, begitu sedih mengetahui ayahnya akan pindah bekerja ke tempat baru. Kesedihannya menumpuk ketika harus meninggalkan semua teman-temannya. Bundalah yang menghiburnya bahwa Tia akan memiliki teman-teman baru. Bunda juga yang mengenalkan Tia kepada sekolah tebing di ujung angin.

Sekolah tebing di ujung angin menjadi saksi bisu untuk 13 orang murid didalamnya. Murid-murid yang memiliki kehebatannya masing-masing membawa warna dalam kehidupan sekolah.

Dengan ibu guru Sheila yang mengajarkan untuk memiliki sebuah cita-cita. Yang dikenalkannya sejak dini, mengenali bakat mereka, menunjukkan dan mengarahkan jalan bagaimana mengasah bakat-bakat murid-muridnya untuk membuka masa depan.

Tak hanya sekolah saja yang bercerita. Semua hewan, warga dan tempat-tempat disekitar sekolah pun tak luput diceritakan di dalam 52 bab kisah dongeng dalam buku ini.

Kehangatan dalam kisah kucing Si Manis dirangkum dalam 3 kisah cerita dalam bab berbeda. Sebelum Si Manis menemukan kehangatan seorang ibu, Emak Item.

Cerita Upik, Kupu-kupu manis dan tomboi. Cerita bus merah yang akan membuatmu berdendang dan bergerak mengikuti syair irama didalamnya, cerita kejutan ulang tahun untuk Ibu Guru Sheila yang membuatmu bangga dan terharu berkaca-kaca. Dan masih banyak cerita-cerita lainnya yang membuatmu mengharu biru.

Yang terpenting dari 52 kisah Sekolah Tebing Di Ujung Angin, kamu pasti akan kembali ke masa lalumu sendiri… πŸ˜„πŸ˜πŸ˜˜

Pendapat egois yang postingΒ 

Pertama kali melihat buku ini di sale Gramedia Matraman Jakarta. Aku harus menunggu dengan sabar untuk memilikinya. Karena ketiadaan dana yang terbatas karena kalap dan khilap lihat buku murah. Aku meminta seorang teman untuk menyimpannya. (Ibarat kata sih..berhutang dulu, abis gajian di tebus) hahaha

Perlu waktu hampir 3 bulan untuk menghabiskan dan melahap buku ini. Buku ini 2x masuk ruang Klub Siaran Goodreads Indonesia di RPK 96.3 FM,Β  Sabtu 21 Januari 2017 dengan tema : Menyulam Imajinasi Kanak-Kanak

​Dan yang kedua,Β Klub Siaran Goodreads Indonesia Sabtu, 18 Feb 2017, World Read Aloud. Tema : Harapan (Membaca Lantang)

Ketika sampai di penghujung akhir halaman buku ini. Sedikit banyak, aku jadi mengingat masa sekolahku, guru-guru dan juga teman-temanku. Apa kabar mereka semua?

Masa sekolahku itu masa yang biasa saja. Bukan masa sekolah yang luar biasa yang dimiliki anak-anak yang lain. Teman SD, SMP dan SMA adalah teman dan sahabat yang sama. Karena kami, berada dalam lingkungan wilayah rayon yang sama. Guru terbaik dalam masa sekolahku yakni:

1. Sekolah dasar : SDN 18 Pagi. 3 generasi : Abang, aku dan adeku bersekolah disini. Ibu Guru Tarsiah (kepala sekolah), Ibu Guru Juminah alias Ibu Jum. (Ibu guru paling sabar, masih aktif mengajar hingga saat ini. Weitsss dia neh..mengajar keponakanku sekarang)

2. Sekolah menengah pertama : Β Ibu Guru Sumilah, guru Biologi sekaligus wali kelas 3 ruang 4, SMPN 117 (disingkat Sejubel). Ajib neh guru.. kerenlah ilmu Biologinya banyak! Kalau memberikan tugas, bikin kepala mumet. Awas aja kalau tidak mengerjakan tugas. Siap-siap pasang badan di depan kelas sampai meringis dan mengeluarkan air mata buahaha. Kalau tidak dicambuk kayak gitu, gak bakalan kamu meriset lebih dalam wkwkwk (hikmahnya di dapat sekarang)

Tempat sekolah terbaikku: SMUN 50 Jakata alias Gocap. Belakang penjara Cipinang (Gak persis dibelakangnya banget ya..agak jauh tuhhh..) tetep aja..penduduk sekitar bilangnya belakang penjara Cipinang hahaha

Era-90an, orang tua kalau anaknya dapat sekolah negeri, tandanya keren! Mengangkat derajat! (harap diingat masa perekonomian era-90an beda dengan ekonomi era-2017). Mau sekolahnya di ujung langit sekalipun sekolah negeri adalah yang terbaik! Kayak sekolah menengah atas tempatku ini. Zaman bersekolah disini. Rating peringkatnya dua terbawah se-Jakarta Timur. Waktu survei sekolah. Alamakkk jauh banget, angkot susah, macet, pinggir kali persis (herannya gak pernah kebanjiran selama 3 tahun sekolah disini) dan yang bikin kaget adalah kondisi sekolahnya yang memperihatinkan banget. Sekolah selama setahun ada perasaan was-was. Takut ketiban atap gedung. Hujan datang, atap bocor. Pokoknya parah banget.. (mengelus dada kalau ingat kejadian waktu di kelas 1) Naik ke kelas dua, dan mulai ajaran baru. Gedung sekolahnya menyulap diri.. Abrakadabra..Sim salabim..tongkat nirmala merubahnya.. selama liburan 3 bulan (masa-masa libur panjang) gedung sekolah tuh jadi bagus banget. Keren. Bikin semangat untuk pergi sekolah! Masuk era 2000an alias setelah lulus dari SMUN 50. Sekolah ini jadi sekolah bertingkat 3 dan menyulap diri sebagai sekolah elite. Peringkat sekolah se-Jakarta Timur pun otomatis menjadi naik. Nilai ujian akhir kecil, jangan harap bisa masuk sekolah ini.

Sekali lagi dan bakalan melekat (sampai sekarang) sekolahnya tetap dikenal di belakang penjara Cipinang. πŸ˜„πŸ˜†

Nilai : 4,5/5 (pendapat egois yang posting)

Judul : Dongeng Sekolah Tebing : 52 Kisah Sekolah Terpencil Di Ujung Angin

Author : Clara Ng

Penerbit : http://www.buahhati.net

ISBN : 978-602-8673-73-1

Harga : Diskon 50% dari yang beredar di toko buku online

Range usia : 4 – 7thn

​

​

​

​

​

​​​​​​​​

7 Comments

Filed under #Buku&Timbunan, SerbaSerbi

Stories For Rainy Days – Naela Ali

 

wp-image-369675752jpg.jpg

Past is a good thing to visit, but never to stay (page 171)

Mengenang masa lalu itu terkadang menyakitkan, tapi kadang bisa membuat kita melangkah lebih berani untuk kedepannya. Seperti yang dialami oleh sang tokoh wanita dalam buku ini, Story Of Rainy Days karangan Naela Ali.

Jalinan kisah asmaranya yang indah. Kenangannya yang di bagi sedikit demi sedikit. Untuk mengerti tentang kehadiran seorang laki-laki dan membuatnya belajar apa arti cinta sesungguhnya. Yang dia ungkapkan seperti ini :

Love is when you can do stupid things together.Love is when you can do completely be yourself.Love is the most comfortable thing. Love is home.

Mau berbagi tentang kebersamaan, hobi yang sama dan apa arti hal-hal kecil yang dilakukan berdua dan bersama-sama. Harapan dan keberuntungan pun memiliki arti sendiri di dalam perjalanannya.

Lucky is to have you

Cinta mengajarkan seseorang untuk dewasa. Cinta pula yang menemukan dan memilah bagaimana cinta itu dinilai arti hadirnya dalam kehidupan seseorang. Dan sungguh membuatku mengharu biru ketika tiba di halaman 99 yang mengungkapkan tentang cinta seorang ayah.

There is this kind of love, so pure and beautiful.
Love with no conditions.
Love that knows nothing but to make you happy.
A dedicated love of man called ‘father’ A love that will never break you. A love so tender and strong. A love that lasts a lifetime.

Dan kemudian.. sang wanita dalam buku ini pun mengerti arti cinta sesungguhnya di dalam penantian

Love is not about touching, it is about caring and giving. (page 151)

Pendapat egois yang posting :

Novel bahasa Inggris yang aku baca sampai tamat hanya Born In Death karangan J.D.Robb (itu tiga tahun yang lalu hehehe). Aku perlu waktu 1 tahun untuk menamatkannya. Selebihnya aku hanya membaca buku bahasa Inggris anak-anak karena lebih mudah memahami dan suka dengan gambar didalamnya.

Berbeda dengan novel Stories for Rainy Days karangan Naela Ali yang penuh dengan ilustrasi dan bahasa Inggris yang sederhana. Aku menamatkannya dalam waktu satu bulan! (tepuk tangan meriah untukku)

Awalnya aku membacanya agak tersendat-sendat dan harus buka kamus (harap diingat, bahasa Inggrisku di bawah rata-rata hahaha). Lama kelamaan terbiasa dan tenggelam dalam cerita dengan bahasa Inggris yang sederhana. Buku ini terdiri dari 34 bab dan dirangkai dalam 195 halaman. Setiap bab dan halaman cerita ada ilustrasi cat air yang dibuat oleh pengarangnya, Naela Ali. Bentuknya yang seperti buku saku dan hardcover putih mudah di bawa kemana saja. Dan aku pun sempat membuat parade fotoΒ  ala-ala amatir #storiesforrainydays di IG milikku.

Buku ini pun sempat mampir untuk dibawakan oleh Klub Siaran GRI di RPK dengan tema :Β  Buku Dengan Ilustrasi

wp-image-1111877813jpg.jpg

Terima kasih kepada Harun Harap yang sudah meminjamkannya. πŸ™‚

Bersambung ke seri kedua..(akan dibuatkan review kembali kalau dapat pinjaman hehehe)

Spesifikasi buku :

Judul : Stories for Rainy Days
Pengarang : Naela Ali
Editor : Katrine Gabby Kusuma
Penerbit : POP (Imprint KPG – Kepustakaan Populer Gramedia)
ISBN : 978-6024-240-592

9 Comments

Filed under #Buku&Timbunan