Jelajah Depok : 14 Kilometer, Satu Jalur 200 meter 

peta depok

Depok terkenal dengan kampus berjas kuningnya alias Universitas Indonesia atau Jalan Margonda Raya yang padat dengan daerah kulinernya yang beragam. Kuliner apa saja ada di jalan ini!
Bagaimana dengan sejarah kota Depok? Apakah kamu tahu sejarah panjangnya? Apa kamu pernah menjelajahnya ? Yukkk..kita telusuri sejenak kota Depok yang terkenal dengan warga Belanda Depok. Siapa mereka ? Penasarankan?! Sama..aku juga..! 😄

Karena kami menelusuri sejarah. Sejarah ada untuk diceritakan kepada generasi berikutnya. 😎

Asal usul nama Depok 

Versi pertama : Depok berasal dari kata padepokan. Wilayah awalnya, Hutan Depok (hutan seluas 6 ha ini skrg dikenal dgn nama Tahura/Taman Hutan Raya Depok. Merupakan cagar alam pertama di Indonesia),  Situ Pancoran Mas, dn tepian Kali Ciliwung dkt Kedung Eretan. Sering dipakai u semedi. Kadang2 sampai skrg msh ditemukan taburan bunga dkt Situ Pancoran Mas.

Versi kedua : Depok kepanjangannya *De Eerste Protestanse Organisatie van Kristenen* terjemahan bebasnya adl Jemaat Kristen yang Pertama.
Versi lainnya : Deze Einheid Predikt Ons Kristus

Yang diakui secara luas adalah versi pertama.

Cornelis Chastelein

Seorang pegawai Vereenigde Oost Indiscje Compagnie (VOC) lahir dari pasangan Anthony Chastelein, seorang Hugenoot (Protestan pengikut Calvin) dari Prancis yang melarikan diri ke Belanda karena pertikaian agama. Di Belanda kemudian menikah dengam Maria Cruydenier, putri dari Walikota Dordrecht. Pasangan ini dikarunia 10 anak, diantaranya Cornelis Chastelein.
Tahun 1693, setelah mengundurkan diri dari VOC. Chastelein membeli beberapa wilayah di Batavia untuk dijadikan perkebunan seperti wilayah Noordwijk (sekarangg Pintu Air Jalan Juanda) dan Lapangan Banteng. Ia pun membangun purinya disekitar Jalan Kenanga Pasar Senen. Dikatakan dibeberapa catatan. Chastelein membangun sebuah kapel 8×23 meter di Weltevreden (sekarang Jln.Kenanga). Wilayah Weltevreden sekarang meliputi Stasiun Gambir, Lapangan Banteng, Senen dan sekitarnya hingga masa kini.

Nama wilayah Weltevreden masih digunakan hingga 1940an oleh perusahaan PTT (Post Telegraf en Telefoon) yang masih terlihat dari cap pos “Weltevreden” pada sampul surat/kartu yang dikirim lewat jasa ini.

Chastelein membeli tanah di Depok untuk memperluas lahan pertaniannya. Awalnya, beliau membeli tanah di daerah Seringsing (sekarang Lenteng Agung).

Tanah Depok dibelinya dari seorang Tionghoa bernama Tio Tong Ko, berdasarkan surat pembelian 5 September 1712.  Dan sebagian lagi dibeli dari van den Barlisen, Kapten Oessien, berdasarkan surat pembelian di bawah tangan tertanggal 5 Agustus 1713.

Chastelein juga membebaskan para budaknya. Yang membuat terobosan yang “unik” pada masa itu. Sebelum undang-undang antiperbudakan internasional diterapkan 100 tahun kemudian (kurang lebih 1800an).

Asal Usul 12 Marga (menurut pandangan dan pemahaman yang posting) 😄 

Chastelein melakukan 5 kali perubahan surat wasiat tentang wilayahnya dan budaknya. Yang mana para budak yang dibebaskannya diberikan wilayah sekitar Depok. Yang pada masa itu telah mengangkat derajat kehidupan mereka lebih tinggi dari masyarakat lain di sekitar Depok. Dimana 12  nama keluarga para bekas budak Chastelein menjadi cikal  bakal marga Belanda Depok yakni :

1. Bacas

2. Isakh

3. Jonathans

4. Jacob

5. Joseph

6. Loen

7. Laurens

8. Leander

9. Tholens

10. Soedira

11. Samuel

12. Zadokh

Jelajah kota Depok Tempo Doloe dimulai dari :

Titik awal : Stasiun Depok Lama

Sesi Pagi :

1. Pancoran Mas

2. Taman Hutan Raya Depok

3. Tiang listrik pertama di Depok

4. KUA

5. Seminari

6. Eretan (ternyata sebuah sungai besar yang memisahkan antara Depok dengan wilayah Banten)

6. Bluediamon (rumah)

7. Rumah dokter Loen, rumah dokter pertama di Depok.

8. Kantor pos pertama di Depok

9. Tiang telepon pertama di Depok

8. Rumah sakit Harapan

9. Jawara

10. Rumah Presiden Depok Cornelies Chastelein

11. SD Centre Depok

12. Rumah tertua di Depok

Sesi Siang setelah makan siang :
13. Pemakaman Kamboja

14. Jembatan Panus Lama

15. Yayasan Cornelis Chastelein

16. Gereja tua (Immanuel). Melintas tidak masuk ke dalam karena sedang renovasi.

IMG_20170506_152933

Penjelajahan sebanyak 16 titik point tersebut ternyata memiliki panjang jalan 14 kilometer. 47 orang di satu jalur dalam rombongan sepanjang 200 meter tanpa putus. Dengan menelusuri jalan-jalan besar, tikungan, gang-gang kecil di kepadatan rumah penduduk sekitar. Kita pun menjadi lebih tahu kegiatan penduduk sekitar yang dilewati.

Karena perjalanan Jelajah Depok Tempoe Doloe ini berdasarkan buku karangan Yano Jonathans

IMG-20170507-WA0030

Foto Support : Grup WA KopdarMix Sejarah&Museum – Klub Buku&Blogger Backpacker Jakarta

 

Fotografer : Mba Tuty Prihartiny Dok : Rumah Dokter Loen

Cerita yang tercecer dariku:

Penjelajahan sepanjang 14 kilometer yang membawa arti buatku sebagai narahubung. Bagaimana sebuah surat perizinan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait akan sangat berarti demi kelancaran acara kopdar mix ini.

Kepastian jalur sepanjang 14 kilometer jelajah Depok aku dapatkan informasinya setelah 2 hari kemudian. Wahhh pantes aja ya.. setelah acara berakhir. Esok harinya, aku tidak bisa pergi kemana-mana. Efek kelelahan,stamina abis. Terdampar sukses di pulau kapuk adalah jawaban terbaik 😎 😄😂😂😂

Dan setelah acara ini melewati satu minggu pun. Aku masih menerima keluhan dari peserta yang ikut karena badannya masih pegel-pegel hahaha ahhh ini mahhh setelah jelajah Depok tidak ada acara pijet-pijet badan kali ya hahaha

Keterangan Klub :

  1. Klub Sejarah & Museum Backpacker Jakarta
  2. Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta
Advertisements

3 Comments

Filed under Halan-Halan Ke..., Rak Buku, Trip

3 responses to “Jelajah Depok : 14 Kilometer, Satu Jalur 200 meter 

  1. endang cippy

    pengaturannya berantakan -_-

  2. Ternyata ini ya sejarahnya Depok.

    • endang cippy

      Sejarah marga Depoknya (sekitaran Pancoran Mas). karena disekitar daerah di luar Marga Depok sendiri ada sejarahnya lagi. (Di luar daerah Pancoran Mas)
      *mungkin*
      karena waktu dijelaskan sama Pak Yano ada sesuatu yang menggelitik dan disembunyikan wkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s