Category Archives: Halan-Halan Ke…

Keliling Indonesia Pergilah Ke Taman Mini Indonesia Indah Di JakartaΒ 

Setelah libur lebaran selama satu minggu (untuk orang kantoran eaaa) yang merasa belum puas liburan dan masih ada sisa-sisa recehan uang THR di dompet. Silakan manfaatkan waktu akhir pekannya seperti aku 😚 Tidak usah jauh-jauh…Cukuplah ke Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Sudah berasa tuh keliling Indonesia. 😎 Walaupun tempat wisata ini kelihatan harus di renovasi disana-sini. Gak ada salahnya berkunjungkan..uhuii πŸ˜„πŸ˜š

Sebelum keliling, sempatkanlah mampir ke Green Terrace dekat Taman Mini Indonesia Indah untuk mengisi energi. Inget teman : Makanan itu penting supaya kamu kuat dan tidak cepat lelah! Seperti aku dan rombongan kecilku menyempatkan diri untuk icip-icip pastry sambil narsis di Delico Cafe.Β Tempatnya luas dan nyaman banget.

Pastry di Delico Cafe

Pesenanku dua pasrty dan kopi..😍😍 jujur ya.. sebelum sampai disini. Aku sudah makan bubur ayam dan kupat sayur komplet πŸ˜…Biasaa kalau abis siaran. Naga-naga pada berontak minta disuapin πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Apa aku bilang..neh bukti otentik kalau Delico Cafe tempatΒ yang nyaman #tsahhh. Gara, temanku, sampai tidak sadar kalau kakinya sudah naik ke atas kursi πŸ˜„ Harap maklum yaaaa kebiasaan itu susah dihilangkan. πŸ™ŠπŸ˜πŸ˜‚

Foto By : Gara

Pesenan Gara. Jus orangenya mantep banget man teman! Luar biasaaaaa.. rekomended *teriak pakai toa*

Foto By : Gara

Rombongan kecil hihihi jangan pada iri kalau gak diajak. Ini aja dadakan kayak tahu bulet. πŸ˜‚

Titis yang sudah datang telat, pesan makanan bukannya dimakan. Dia malah asyik foto-foto makanan. πŸ˜„πŸ˜… Ealahhh blogger mah emang yaaa tidak jauh-jauh dari foto πŸ˜‚πŸ˜…

Setelah puas menggenyangkan naga-naga. Mari, melanjutkan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Cukup jalan kaki aja dari Delico Cafe. Jangan bilang kecapean jalan 1 km ke pintu masuk TMII.

Nehhh buktinya..dua orang ini ninggalin aku jauh dibelakang hahaha

Siapin uang Rp 15.000 (HTM 2017) untuk jelajah TMII. Mulai dari sini siap-siap jalan kaki sepanjang jalan kenangan. Yang nimbun lemak setelah santapan lebaran yang amboiii rasanya itu (opor rendang dkk) TMII tempat yang cocok buat membakarnya!

Spot-spot cantik di TMII yang sempat dikunjungi :

πŸ™‹ Haii sini masukkk…

Foto By : Gara

Narsis di Rumah Adat Bengkulu

Merah dan merah sayang untuk dilewatkan

Gurindam Dua Belas di halaman rumah adat Riau-Sumatera.

Pintu di rumah adat Riau. Kerenkan pintunyaaa! Jangan lupa berkunjung ya…πŸ˜‰

Senyum bahagia wajah-wajah kurang piknik πŸ˜†

Taraaaa..cap kaki di rumah adat Riau 😁

F



Ini foto keren 😎 Jarang-jarang jepretan dapat hasil kayak gini hahaha Oh Iya… Aku tidak tahu pohon apa yang sedang berbuah itu. Di sekitar anjungan ini tidak ada guide yang bisa ditanyain. Seandainya buah tersebut bisa di bawa pulang πŸ™ŠπŸ™ˆ

Pandanglah masa depan yang tak berbatas. Angin sepoi-sepoi yang meninabobokan, anggaplah hiburan di kala sedih maupun senang. Mereka ada untuk menghibur hatimu supaya riang. Seperti aku yang menikmati pemandangan didepanku.

Perjalanan tidak akan pernah berakhir disini.

Buku ada untuk dijelajahi melalui kata. Ilmu dibuka karena manusia butuh jendela dunia untuk membangun peradaban. Tulisan dibuat untuk mengenang setiap apa yang dilakukan. Mungkin, 10 tahun atau 20 tahun lagi tulisan ini akan menjadi saksi yang akan membuatku tersenyum bahwa hari ini aku telah menjelajah bersama Titis dan Gara di sudut Jakarta.

Teman-teman terima kasih untuk jalan-jalan dan foto-fotonya hari ini. 😍😘

9 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Jelajah Depok: Menu Makanan, Bikin Kenyang

Suatu daerah pasti memiliki sejarah panjang dalam hal kulinernya. Sama seperti Jelajah Depok : 14km, Satu Jalur 200 Meter yang aku lakukan beberapa waktu lalu. Makanan yang menjadi ciri khas marga Belanda Depok yang menjadi menu Depok asli ada 7 macam yakni :

1. Verkedel Bakar

2. Macaroni Bakar

3. Slash atau biasa disebut salad

4. Acar Gurame

5. Stup Kacang Merah

6. Sambal Goreng Ati

7. Nasi

Untuk mendapatkan menu paket lengkap tersebut harap merogoh dompet sampai sekitar Rp 100.000. Paket menu yang aku dapatkan dengan merogoh dompet sampai Rp 25.000Β  (Sekali lagi, ini harga pasar makanan tahun 2017 ya… Tahun 2018 harga makanan akan berubah mengikuti inflansi hehehe) yakni :

1. Slash

Slash2

Slash atau salad yang bentuknya menghasilkan warna merah darah ini mempergunakan buah bit untuk mendapatkan warna tersebut. Namanya juga salad ya…isinya buah-buahan segar yang agak-agak mirip dengan asinan buah dari Bogor. Untuk rasa yang dikeluarkan Slash jangan kaget ya..rasa Slash itu manis tapi menyengarkan. Sangat cocok apabila disajikan dingin dan di nikmati di siang hari di akhir santapan. Karena Slash ini fungsinya untuk menetralisir Acar Gurame.

2. Acar GurameΒ 

Acar Gurame2

Acar Gurame ini mudah untuk membuatnya. Rasanya yang agak asem dan pedes (untuk yang suka pedes) Kebetulan Gurame yang disajikan disini tidak pedes. Horeee…Silakan cari resepnya dengan tampilan gambar yang sesuai bisa ditemukan di resep acar gurame di sini.

3. Urap Daun Mengkudu

Urap Daun Mengkudu

Sama seperti resep sayur urap yang beredar di masyarakat. Cara memasak daun mengkudu pun tidak berbeda. Hanya saja daun mengkudu disini tidak di campur dengan sayur daun hijau lainnya. Daun mengkudu ini sengaja ditambahkan oleh Ibu Yano sebagai pelengkap di dalam paketan menu dan juga untuk kesehatan.Oh iya..daun urap mengkudu ini tidak terasa pahit loh..bener-bener enak bangettt sebagai pelengkap makanan yang menyehatkan. πŸ™‚

Manfaat daun mengkudu bisa di cek disini

4. Stup Kacang Merah Iga Sapi

Stup Kacang Merah Iga Sapi
Stup kacang merah iga sapi. Buah tomat yang dimasukkan ke dalam rebusan kaldu iga sapi membuat rasa asam alaminya menjadi segar untuk dinikmati.

Di atas meja makan prasmanan tersedia makanan untuk peserta sebanyak +/- 50 orang. Dari meja makan tersebut yang aku ambil adalahΒ  nasi, slash, acar gurame, stup kacang merah iga sapi dan krupuk. Ini sudah membuat naga-naga dalam perutku terpuaskan secara maksimal hahaha

IMG_20170506_120529Foto : Jepretan pribadi

Ssst *bisik-bisik pelan* enaknya menjadi narahubung kali ini, kami semua dibekali makanan prasmanan yang tersisa untuk dinikmatin di rumah kami masing-masing πŸ™‚

Catatan :

  1. Semua foto makanan yang bukan jepretan pribadi di dapat dari Petouring
  2. Partner dalam Narahubung Jelajah Depok : Desi Safari Semu BPJ dan Lanisyah Semu BPJ

2 Comments

Filed under #Kuliner, Halan-Halan Ke..., Serba Serbi Artikel

Jelajah Depok : 14 Kilometer, Satu Jalur 200 meterΒ 

peta depok

Depok terkenal dengan kampus berjas kuningnya alias Universitas Indonesia atau Jalan Margonda Raya yang padat dengan daerah kulinernya yang beragam. Kuliner apa saja ada di jalan ini!
Bagaimana dengan sejarah kota Depok? Apakah kamu tahu sejarah panjangnya? Apa kamu pernah menjelajahnya ? Yukkk..kita telusuri sejenak kota Depok yang terkenal dengan warga Belanda Depok. Siapa mereka ? Penasarankan?! Sama..aku juga..! πŸ˜„

Karena kami menelusuri sejarah. Sejarah ada untuk diceritakan kepada generasi berikutnya. 😎

Asal usul nama DepokΒ 

Versi pertama : Depok berasal dari kata padepokan. Wilayah awalnya, Hutan Depok (hutan seluas 6 ha ini skrg dikenal dgn nama Tahura/Taman Hutan Raya Depok. Merupakan cagar alam pertama di Indonesia), Β Situ Pancoran Mas, dn tepian Kali Ciliwung dkt Kedung Eretan. Sering dipakai u semedi. Kadang2 sampai skrg msh ditemukan taburan bunga dkt Situ Pancoran Mas.

Versi kedua : Depok kepanjangannya *De Eerste Protestanse Organisatie van Kristenen* terjemahan bebasnya adl Jemaat Kristen yang Pertama.
Versi lainnya : Deze Einheid Predikt Ons Kristus

Yang diakui secara luas adalah versi pertama.

Cornelis Chastelein

Seorang pegawai Vereenigde Oost Indiscje Compagnie (VOC) lahir dari pasangan Anthony Chastelein, seorang Hugenoot (Protestan pengikut Calvin) dari Prancis yang melarikan diri ke Belanda karena pertikaian agama. Di Belanda kemudian menikah dengam Maria Cruydenier, putri dari Walikota Dordrecht. Pasangan ini dikarunia 10 anak, diantaranya Cornelis Chastelein.
Tahun 1693, setelah mengundurkan diri dari VOC. Chastelein membeli beberapa wilayah di Batavia untuk dijadikan perkebunan seperti wilayah Noordwijk (sekarangg Pintu Air Jalan Juanda) dan Lapangan Banteng. Ia pun membangun purinya disekitar Jalan Kenanga Pasar Senen. Dikatakan dibeberapa catatan. Chastelein membangun sebuah kapel 8×23 meter di Weltevreden (sekarang Jln.Kenanga). Wilayah Weltevreden sekarang meliputi Stasiun Gambir, Lapangan Banteng, Senen dan sekitarnya hingga masa kini.

Nama wilayah Weltevreden masih digunakan hingga 1940an oleh perusahaan PTT (Post Telegraf en Telefoon) yang masih terlihat dari cap pos “Weltevreden” pada sampul surat/kartu yang dikirim lewat jasa ini.

Chastelein membeli tanah di Depok untuk memperluas lahan pertaniannya. Awalnya, beliau membeli tanah di daerah Seringsing (sekarang Lenteng Agung).

Tanah Depok dibelinya dari seorang Tionghoa bernama Tio Tong Ko, berdasarkan surat pembelian 5 September 1712. Β Dan sebagian lagi dibeli dari van den Barlisen, Kapten Oessien, berdasarkan surat pembelian di bawah tangan tertanggal 5 Agustus 1713.

Chastelein juga membebaskan para budaknya. Yang membuat terobosan yang “unik” pada masa itu. Sebelum undang-undang antiperbudakan internasional diterapkan 100 tahun kemudian (kurang lebih 1800an).

Asal Usul 12 Marga (menurut pandangan dan pemahaman yang posting) πŸ˜„Β 

Chastelein melakukan 5 kali perubahan surat wasiat tentang wilayahnya dan budaknya. Yang mana para budak yang dibebaskannya diberikan wilayah sekitar Depok. Yang pada masa itu telah mengangkat derajat kehidupan mereka lebih tinggi dari masyarakat lain di sekitar Depok. Dimana 12 Β nama keluarga para bekas budak Chastelein menjadi cikal Β bakal marga Belanda Depok yakni :

1. Bacas

2. Isakh

3. Jonathans

4. Jacob

5. Joseph

6. Loen

7. Laurens

8. Leander

9. Tholens

10. Soedira

11. Samuel

12. Zadokh

Jelajah kota Depok Tempo Doloe dimulai dari :

Titik awal : Stasiun Depok Lama

Sesi Pagi :

1. Pancoran Mas

2. Taman Hutan Raya Depok

3. Tiang listrik pertama di Depok

4. KUA

5. Seminari

6. Eretan (ternyata sebuah sungai besar yang memisahkan antara Depok dengan wilayah Banten)

6. Bluediamon (rumah)

7. Rumah dokter Loen, rumah dokter pertama di Depok.

8. Kantor pos pertama di Depok

9. Tiang telepon pertama di Depok

8. Rumah sakit Harapan

9. Jawara

10. Rumah Presiden Depok Cornelies Chastelein

11. SD Centre Depok

12. Rumah tertua di Depok

Sesi Siang setelah makan siang :
13. Pemakaman Kamboja

14. Jembatan Panus Lama

15. Yayasan Cornelis Chastelein

16. Gereja tua (Immanuel). Melintas tidak masuk ke dalam karena sedang renovasi.

IMG_20170506_152933

Penjelajahan sebanyak 16 titik point tersebut ternyata memiliki panjang jalan 14 kilometer. 47 orang di satu jalur dalam rombongan sepanjang 200 meter tanpa putus. Dengan menelusuri jalan-jalan besar, tikungan, gang-gang kecil di kepadatan rumah penduduk sekitar. Kita pun menjadi lebih tahu kegiatan penduduk sekitar yang dilewati.

Karena perjalanan Jelajah Depok Tempoe Doloe ini berdasarkan buku karangan Yano Jonathans

IMG-20170507-WA0030

Foto Support : Grup WA KopdarMix Sejarah&Museum – Klub Buku&Blogger Backpacker Jakarta

 

Fotografer : Mba Tuty Prihartiny Dok : Rumah Dokter Loen

Cerita yang tercecer dariku:

Penjelajahan sepanjang 14 kilometer yang membawa arti buatku sebagai narahubung. Bagaimana sebuah surat perizinan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait akan sangat berarti demi kelancaran acara kopdar mix ini.

Kepastian jalur sepanjang 14 kilometer jelajah Depok aku dapatkan informasinya setelah 2 hari kemudian. Wahhh pantes aja ya.. setelah acara berakhir. Esok harinya, aku tidak bisa pergi kemana-mana. Efek kelelahan,stamina abis. Terdampar sukses di pulau kapuk adalah jawaban terbaik 😎 πŸ˜„πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dan setelah acara ini melewati satu minggu pun. Aku masih menerima keluhan dari peserta yang ikut karena badannya masih pegel-pegel hahaha ahhh ini mahhh setelah jelajah Depok tidak ada acara pijet-pijet badan kali ya hahaha

Keterangan Klub :

  1. Klub Sejarah & Museum Backpacker Jakarta
  2. Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta

3 Comments

Filed under #Buku&Timbunan, Halan-Halan Ke...

4 Sesi Dengan 4 Tema Berbeda Dalam Satu Hari

Apa yang berbeda ketika ada talkshow yang menawarkan 4 sesi dengan 4 tema berbeda dalam satu hari? Pastinya bakalan bingung ya..mau ikut tema yang manakan?Hmmm…Baiklah, mari, kita bahas tema bersama narasumbernya masing-masing. Yukkk..

Sesi 1 : Menulis Rutin Di Blog.

Narasumber : Mba Yayat, Kompasianer Blogger Of The Year 2016.

Sudah ada yang kenal dengan Mba Yayat sapaan akrab pemilik nama Nurhayati dari Kompasiana? Ohke ya..di tempat acara #PasarHobi2017 PGC Lt.3A sih..para blogger sudah saling kenal. Beda denganku yang tidak kenal sama narsumnya hahahaa karena lingkungan mainnya yang beda hehehe (bookreader lagi main ke blogger πŸ˜…πŸ˜†)

Mba Yayat menerangkan pentingnya menulis yakni untuk biasakan otak berpikir,memberikan informasi, networking, personal branding dan tahu lebih dulu informasi.

Kiat-kiat menulis yang dibagikan oleh Mba Yayat adalah tulis yang dilihat dan dipikirkan, menulis adalah sharing informasi, nikmati dan jangan jadi paksaan, blog walking dan membaca untuk memperbaiki kemampuan.

Gmana caranya untuk konsisten ? Ingatlah tujuan menulismu. Ibarat perapian, ini adalah sumbernya. Kalau males-malesan (jleb jleb jleb kayak aku neh..blognya jangan berharap ada diperingkat 1 Google hahaha). Pilih topik yang disukai, buat target post blog, networking dan punya bank ide dan bank fotoπŸ˜†

Nah, yang punya syarat-syarat diatas sudah bisa menggembangkan blognya. Harus,wajib fardu ain! Kalau mau di halaman 1 Google!

Sesi 2 : Pencegahan Kanker.

Narasumber : Tramedika

wp-image-1855009168jpg.jpg     Fotografer : Salman Faris

Pencegahan kanker dimulai dari sendiri. Dan baru tahu ya… Kalau beli tahu di pasar. Tahu harus di rebus terlebih dahulu sebelum digunakan lebih lanjut. Ini untuk pencegahan kanker secara dini.

Sesi 3: Mulai Secara Benar & Sederhana, Kenali Dengan Tepat.

Narasumber : Eka Muchlis S.Siregar

Bagaimana merencanakan keuangan dengan benar dan tepat? Apakah perencanaan keuangan yang kita lakukan saat ini sudah tepat? Mari,melihat sejenak apa yang dipaparkan oleh narasumber dalam talkshow singkatnya πŸ˜„

Untuk merencanakan tabungan masa depan. 40% pendapatan harus disisihkan untuk dana masa depan. Tabungan ini bisa dimasukkan ke dalam bentuk proteksi asuransi,tabungan dana masa depan, dan tabungan pendidikan. 60% pendapatan untuk pembiayaan (termasuk hutang hrs dibayar terlebih dahulu dalam anggaran ini) dan sisanya untuk trip sebesar 5%.

Kurangnya disiplin dalam perencanaan akan menyebabkan kegagalan perencanaan masa depan.

Dimulai usia berapa menabung untuk diri sendiri di bank konvensional? Jawabannya pun beragam. Semakin dini anak-anak dikenalkan pada bank konvensional akan membuat perencanaan keuangan masa depan akan semakin baik.

Dimulai usia berapa tabungan untuk orangtua dimulai? Ketika seorang anak berusia 21 tahun. Usia dewasa dan bekerja.

Perencanaan keuangan yang baik akan menjamin masa tua dengan keuangan yang baik pula.Sudahkah melakukan apa yang disarankan oleh narsum? Hayoooo,siapa yang sudah melakukannya? πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Sesi 4: Sharing Travel Blogging.

Narasumber: Salman Faris, Founder Indonesia Corners

              Sumber : Rizki BangDul

Apa saja sih yang harus dipersiapkan dalam merencakan perjalanan? Simak tips-tips jitu dari Salman Faris, Founder Indonesia Corners.

Sebelum traveling: rajin-rajinlah meriset tempat yang akan dituju. Cari tahu untuk sampai ke tempat tujuan, mulai menulis dengan hati dan pengalaman, Content is King but Originality is Queen. Usahakan menulis lebih dari 500 kata. Buat pemula,mulailah menulis 100-200 kata di dalam setiap postingan. Ketika semua ini sudah tercapai bersiaplah untuk memposting tulisanmu di dalam blog milikmu.

Berani! Itu adalah kata kunci untuk mulai menshare hasil tulisanmu di dalam link medsos milikmu. (Untuk nubie)

Selain talkshow, acara yang dilangsungkan di Pasar Hobi PGC Lt.3A masih tetap menggumpulkan donasi 1.000 buku untuk anak Indonesia, penyerahan secara simbolis donasi buku dari 26 RT dan 13 Klub yang ada di Komunitas Backpacker Jakarta, penyerahan donasi 100 tas sekolah dari Tramedika, games-games seru dan tarian maumere yang diikuti oleh para pengunjung yang hadir di Pasar Hobi PGC Lt.3A.

Pendapat egois yang posting

Apa yang di dapat hari ini di dalam talkshow 4 sesi dengan 4 tema dalam satu hari. Ya..telah membuat mata ini terbuka. Lebih rinci dan elegan dalam mengatur setiap jeda sesi per sesi. Ajaklah mereka yang senapas,sejiwa untuk membantumu. Yang mau bergerak melangkah berderap bersama. Karena mereka akan membantumu dan menggawal disampingmu sampai akhir tanpa pamrih. Karena dapat stan free di #PasarHobi2017 harap maklum apabila banyak kekurangan. Dan terima kasih untuk para narsum keceh badai yang telah mengisi acara.

Kebaperan ada untuk dikenang hahaha

Medsos narsum: 

1. Mba Yayat

2. Tramedika

3. Eka Muchlis S.Siregar

4. Salman Faris, Indonesia Corners 

6 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

77 Tahun Sapardi Djoko Damono Lahir Kembali

wp-image-288974896jpg.jpg

Aku mengenalnya lewat buku terjemahan sastra di masa sekolah (lupa judulnya).
Di masa dewasa dan sudah mengenal genre buku lebih banyak. Aku mengenalnya lewat puisi-puisi yang ditorehkannya lewat karya-karyanya yang luar biasa. Buku puisi karya beliau yang pertama aku baca adalah Hujan Bulan Juni

Beruntung ya penerbit tempatnya bernaung sudi menerbitkannya kembali dengan cover yang lebih baik dan elegan. Tak ada lagi tuh puisi sebagai buku yang berat untuk di baca dan dinikmati.

Kesempatan bertemu Sapardi Djoko Damono,Sang Maestro,begitulah aku menyebut beliau. Di sebuah event buku tahunan Goodreads Indonesia, Indonesia Reading Festival 2015 di gedung Synthesis Lt.7. Workhop tersebut dibuka dengan 50 peserta. Apa yang kudapat? Banyak sekali ilmu yang diajarkan oleh beliau selama 2 jam tersebut. Yang membekas di dalam kelas tersebut yakni latihlah semua panca indramu untuk menemukan dan mengaitkan semua yang ada. Dan jadikan kalimat yang ringkas,sederhana dan kuat. Jangan bikin puisi pada saat jatuh cinta saja. Tapi juga setelah jatuh cinta dan putus cinta.

Setelah dari workshop tersebut aku jarang memantau TL Twit karena kesibukanku dan melewatkan kuis di Instagram untuk menyambut 77 tahun Sang Maestro.

Keberuntungan pun tiba tanpa disangka-sangka. TL Twit Gramedia membuka kesempatan pendaftaran untuk menghadiri peluncuran 7 buku+novel di #77tahunSDD pada Rabu,22 Maret 2017 di Bentara Budaya. Dan aku lulus seleksi..

Ketika waktunya tiba, tempat acara peluncuran sudah penuh dengan tamu undangan VIP, reservasi dan pemenang kuis.

Peluncuran 7 buku #77tahunSDD yakni Ayat-Ayat Api, Ada Berita Apa Hari ini,Den Sastro? Kolam, Namaku Sita, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita,duka-Mu Abadi dan novel Pingkan Melipat Jarak (lanjutan novel Hujan Bulan Juni) menandai buku-buku tersebut dilahirkan kembali oleh Sapardi Djoko Damono dengan cover baru dan ilustrasi yang bagus.

Di peluncuran 7 buku yang dilahirkan kembali tersebut para undangan dihibur oleh musikalisasi dan juga pembacaan puisi oleh para bintang tamu dari penulis-penulis buku Indonesia. Misalnya, Iwan Setyawan (9 Autumn 10 Summer, Ibuk), Joko Pinurbo (Penulis puisi neh), Goenawam Muhammad (ini juga penulis puisi). Dan masih banyak sesepuh-sesepuh yang berbakat dibidangnya masing-masing menghadiri kelahiran kembali karya Sapardi Djoko Damono.

Setelah acara musikalisasi selesai. Booksigning pun di buka.Antrian panjang mengular tiada putusnya berbaur menjadi satu dalam ruangan aula. Ketika giliranku tiba, tetap saja ada rasa gugup melanda hahaha

Aku hanya bisa bilang,”Pak, minta tanda tangannya.”

Sang Maestro,”Loh,kok ada dua.”

Aku menjawab,”Iya Pak..novel Hujan Bulan Juni ada dua. Satu milik sendiri. Satunya lagi dari sahabatku. Jadinya double.” Hehehe

Karena kebiasaan, tas ransel selalu di taruh di depan. Untuk lebih aman

Terima kasih Pak..sudah menginspirasi!

Kalau rajin keliling seantero aula Bentara Budaya Jakarta pasti bakalan mudah menemukan sesepuh. Dan aku pun bertemu dengan sutradara Slamet Raharjo. Beliau ini sangat mengangumi Sapardi Joko Damono hahahaha

Kata Pak Slamet Raharjo,”Fotonya seperti baregan dengan cucu dan kakek.”

Mereka semua menggangumi seorang Sapardi Djoko Damono malam itu. Hanya lewat kata-kata saja sudah bisa memanggil banyak orang. Kalimat-kalimat puisinya dicontohkan, dimusikalisasi dan tidak akan lama lagi, kita pun akan menyaksikan Hujan Bulan Juni naik ke layar lebar.

Nantikan segera!

7 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Belajar Berkomunitas Di Ngumbar Komunitas, Kuningan City JakartaΒ 

Ngumbar Komunitas yang diadakan oleh Detik Blogger menggundang 4 komunitas yang saat ini sedang hitz yakni :

Setiap komunitas memiliki ciri khasnya masing-masing dalam menggerakan komunitasnya untuk berjalan seiring dan berkesinambungan. Banyak kegiatan yang diusung tiap-tiap komunitas untuk menyatukan visi misi mereka untuk bergerak bersama.

1. Komunitas Pedas (Penulis dan Sastra)

Komunitas ini sudah berdiri sejak 2007 dan baru tahun 2012 diresmikan menjadi komunitas. Pedas artinya dari penulis dan sastra. Logonya adalah cabe. Menyentuh member dari komunitas dengan menerjemahkan program-program untuk suka menulis danΒ  penyuka sastra. Lama kelamaan mereka semua bersinergi dengan membawa semangat inspirasi untuk berkolaborasi satu dengan lainnya.

2. Komunitas Kopi
Artinya Koalisi Online Pesona Indonesia. Karena gabungan dari blogger, penyuka sinema dan pariwisata Indonesia. Logonya dari Kopi.

3. Komunitas Inspirasi Wanita

Komunitas Inspirasi Wanita awalnya 7 orang. Sekarang anggotanya sudah mencapai 300 orang. Kita ingin menunjukkan bahwa ibu rumah tangga juga bisa. Selain blogger, kami juga melakukan baksos. Membernya adalah wanita. Logo IW.

4. Komunitas ID Corners

Awalnya adalah Jakarta Corners. Jakarta adalah unik. Sekarang memperluas ke seluruh Indonesia. Logo ID adalah representasi Indonesia. Komunitas adalah organisasi. Memperkenalkan travel blogger yang

Gabung Komunitas akan menggembangkan diri sendiri,mengenal orang lain dan belajar untuk lebih peka dengan lingkungan sekitar.
Komunitas berpeluang untuk maju. Perlunya komunitas dalam legalitas fungsinya untuk funding mengerakan kemanusiaan meminta dana Β dari badan pemerintahan.

Cara membangun komunitas adalah berkenalan dengan komunitas lain. Cara menggenalkan member dengan kumpul-kumpul bareng per wilayah.

Membangun komunitas tidak mudah. Karena ada banyak kepala. Selesaikan masalah dengan baik-baik. Harus evaluasi dan introspeksi diri.

Membangun komunitas perlu kerja keras dan membuat kegiatan untuk menyatukan berbagai pemikiran.

Pendapat egois yang posting :Β 

Baru perdana menghadiri acara seperti ini. Founder dan Co-Founder dari keempat komunitas yang hadir memberikan tips-tips jitu cara gabung dengan komunitas, cara menyelesaikan masalah di dalam komunitas, masalah legalitas komunitas dan regenerasi kepengurusan supaya tidak ada dua kepemimpinan.

Bertemu dengan teman-teman dari komunitas lain juga penting untuk membangun jaringan. Ibarat kata, #NgumbarKomunitas adalah tempat kopdar para komunitas apapun untuk lebih mengenal karakteristik setiap komunitas yang hadir.

Selain bertemu komunitas, ada bazar produk di area yang sama. Bazar baju, makanan, fastfood dari jaringan komunitas dan UMKM. Yang di coba :

Hiena dari Kemuning Wedding Muslimah

Suwir-suwir ayam dengan dua rasa (orginal dan pedas) dari I-sweer

Dan aku pun belajar bagaimana menjadi moderator yang baik dari Bunda Ani Ringo dalam acara #NgumbarKomunitas.

Apabila ada salah info. Itu karena yang posting tulisannya ingin cepat mempublikasikan supaya tidak menjadi timbunan di dalam draf hahahaha

4 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...

Satu Hari,Tiga TempatΒ 

Melihat pemandangan spektakuler ditempuh dengan perjuangan yang spektakuler juga..

Jalan-jalan keluar kota buatku itu banyak pertimbangannya. Tidak seperti teman-teman lain yang bisa pergi kapan pun mereka mau di akhir pekan. Buatku perlu delapan bulan untuk bisa pergi. Mengatur anggaran dan giliran waktu jaga rumah. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Waktu mendengar BPJ (Backpacker Jakarta) buka trip ke Gunung Galunggung. Kuota 17 orang peserta (belum termasuk PIC), pakai elf dengan biaya akomodasi 219.000 perjalanan sudah termasuk Galunggung, pemandian air panas dan kunjungan wisata Kampung Naga.

Iseng-iseng aku cek Google untuk cari tahu trecking ke Galunggung. Menaiki 600 lebih anak tangga untuk melihat kawah. Kalau buat amatir,nanjak anak tangga, ohke jugalah ya.. hahahaha Banyak pedagang. Pemandangannya ohke..kalau cuaca tidak berkabut. Itu informasi awal buat jaga-jaga.

Ketika hari H tiba :

Kenyataan yang dihadapi tuh diluar ekspetasiku sendiri doeeenggggg 😡😡😱😱

I. Gunung GalunggungΒ 

1. Aku pikir bakalan dapat Elf macem Elf angkot KWK gitu. Gak tahunya dapat Elf yang nyaman, ber AC, bersih, ada stok kontak didalamnya buat charger hape. (Ishh lupa bawa Charger hape😒😭😭😭) dua elf yang artinya bakalan nambah 38 orang teman.

2. Waktu tiba di Galunggung bukan hanya lihat kawah dan pemandangannya doang seperti yang aku baca di Google. Anak tangga yang harus didaki, rasa putus asa ketika tidak sampai-sampai dipuncaknya. Bayangin ya.. Galunggung buat pemula. Bagaimana dengan gunung-gunung lain yang harus ditanjak? Salut buat mereka yang summits di semua gunung di seluruh Indonesia. Perjuangannya itu luar biasaaa πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ buatku, Galunggung sudah bikin napas putus-putus. Hampir 45 menit untuk sampai di puncak (kurang lebih)πŸ˜…πŸ˜… sampai di puncak istirahat sejenak. Lihat sekeliling kawahnya yang hijau, kabut masih tebal,matahari masih malu-malu untuk menampakan diri. Dan lihatlah kebawah ketika kamu sudah sampai diatasnya.

Aku hanya bisa bilang : SPEKTAKULER ! Aku bisa melaluinya dengan susah payah! πŸ˜„πŸ˜™πŸ˜š

Perjuangannya baru akan dimulai lagi ketika kamu memandang ke dasar kawahnya. Iyooo..Kawahnya bikin penasaran hahaha. Ada tenda-tenda besar biru berjejer rapih yang memanggil untuk didatangi πŸ˜„ mari, melanjutkan perjalanan πŸ˜„ itu artinya, kamu harus trecking sepanjang punggung gunung untuk mencapai kawahnya.

Walaupun ada 38 orang teman perjalanan (termasuk 4 orang PIC). Pastikan dirimu menemukan teman seperjuangan seperjalanan yang akan bercanda, tertawa, bantu-bantu drama, foto-fotoin kamu, ngobrol ngalor ngidul, tersesat bareng-bareng hahaha. Ini yang akan membuat perjalananmu bermakna. Tidak usah memaksakan diri karena alam akan memilihkannya untukmu πŸ˜„ yes,akhirnya, aku dapat teman diperjalanan iniπŸ˜™πŸ˜š

 

Foto : Ronalita – non RTπŸ˜„πŸ˜‰

Setelah menyusuri punggung gunung. Laluilah perjuangannya menuruni punggung gunung dengan menekan tumit belakangmu ke pasirnya. Hati-hati memilih pasir untuk berselancar disini πŸ˜„ (tips dari Abang Rockhan). Aku pun dituntun waktu menuruni punggung kawah ini untuk sampai di dasar kawah. πŸ˜„πŸ˜…

Foto : Ronalita – Non RT

Setelah sampai di bawah. Aku berlari bebas menikmati udara yang sejuk, air yang jernih dan pohon-pohon hijau disekelilingnya. Bebaskan dirimu, segera!

Airnya ini enak dan sejuk banget! Beneran sejuk!. Mengalir memasuki danau yang ada di dasar kawah Galunggung yang menjadi muaranya…


II. Pemandian Air Panas

Letaknya tidak jauh dari Gunung Galunggung, masih dalam satu jalur perjalanan. Di pemandian ini tinggal pilih. Mau pemandian di kolam atau pemandian di curug. Pemandian di curug tidak terlalu bagus. Tapi masih lebih baik dibandingkan dengan kolam air panas yang seperti kolam renang. Untuk menuju curug diperlukan waktu trecking 15-20 menit saja.

Dalam satu aliran air ini, akan menemukan air panas dan dingin.

III. Kampung Naga

Jarak dari pemandian air panas ke Kampung Naga kami tempuh dengan melewati bukit-bukit terjal, jalanan yang tidak ramah karena masih alami harus kami lalui dengan berpayah-payah di dalam elf berAC selama 1,5 jam. Entah apa nama daerah yang kami lewati. Karena bagiku, jalur yang kami lalui itu masih terasa asing dimataku. Tidak kami temui bis-bis besar atau mobil pribadi yang lalu lalang. Beneran sepi ! Karena sepi tersebut, kami mendapatkan pemandangan hijaunya pohon-pohon, sawah yang baru ditanam, melewati perkampungan yang masih asri.

Waktu 1,5 jam tak terasa. Tiba-tiba saja sudah sampai di Kampung Naga.
Kalau yang belum tahu Kampung Naga. Bisa baca disiniUntuk mencapai kampung ini harus menuruni +/- 400 anak tangga. Kampung ini luasnya 1,5 Ha dikelilingi bukit-bukit dengan pepohonan yang lebat. Bangunannya pun terlihat masih terbuat dari batang-batang pohon dan batang-batang bambu.. Listrik tidak masuk ke perkampungan ini untuk menghindari bahaya api yang disebabkan oleh konstleting listrik. Yang unik dari kampung ini adalah setiap 10 meter jalan yang dilalui pasti ada tempat sampah. Semakin memasuki ke dalam perkampungan. Tempat-tempat sampah ini sepi dari sisa-sisa bungkus atau sisa-sisa makanan yang terbuang.Β  Penduduk kampung naga tahu artinya hidup berdampingan dengan alam dan merawat alam dengan baik. Kesadaran yang tinggi terlihat dari bersihnya kampung naga dari sampah baik di darat maupun di sungai. Pemanfaatan aliran air pun tidak terbuang secara percuma. Pasti di setiap kamar mandi dari bambu dibawahnya ada ikan-ikan yang dipelihara untuk kebutuhan sehari-hari. Mayoritas penduduk kampung naga beragama Islam. Aku menyempatkan diri untuk sholat didalamnya. Lantai masjidnya tidak terlalu besar, dengan langit-langit rendah dan tempat air wudhu dengan pancuran tersedia disini. Air pancurannya mengalir terus menerus. Aku jatuh cinta dengan airnya yang bening dan sejuk…

Kampung Naga adalah pemberhentian terakhir dari trip yang kuikuti.

3 Comments

Filed under Halan-Halan Ke...