Category Archives: Uncategorized

Ajdar, Marjane Satrapi

ajdar

AJDAR, Marjane Satrapi
Penerjemah/Editor : Donna Widjajanto / Dini Pandia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-5775-5

Resensi saya :

Buku anak-anak ini membawa pesan moral yang sangat penting! Sederhana tapi berkarakter dengan gambar yang berwarna warni kuat.

Negeri tempat Mathilde tinggal adalah salah satu negeri paling indah di dunia. Suatu pagi, tanah bergetar keras… segalanya jadi tunggang-langgang tak karuan. Kata Raja kepada Mathilde, “Ini gara-gara si naga Ajdar, yg tinggal di pusat Bumi. Kenapa dia marah? Gadis kecil, pergilah ke pusat Bumi, temui Ajdar dan tanyakan sebabnya…”

ajdar-2

Negeri tempat Mathilde tinggal sebelum Ajdar merusaknya

Penjelajahan Mathilde ke dalam perut bumi tidak berjalan mulus. Ada kalanya, Mathilde harus menggunakan akalnya untuk membuka jalan. Bertemu raja iblis, nenek sihir yang memberikan petuah-petuahnya dan bertemu dengan teman-teman baru 🙂

Ketika Mathilde bertemu Ajdar :
Ajdar : Aku sakit punggung. Ada tulang punggungku yg patah dn rasanya sakit sekali. Kalian menggali dengan mesin-mesin, membuat punggungku sakit. Aku menggeliat kuat-kuat, agar tubuhku bisa lurus lagi.

↑ tuh… sebagaimana manusia yang berakal dan berbudi pekerti. Selayaknya, kita  sebagai manusia arif dan bijaksana dalam memperlakukan bumi tempat kita lahir, hidup dan mati. Karena bumi bukan diwariskan di masa sekarang saja. Tetapi bumi diwariskan untuk masa depan, generasi berikutnya..

Tentang pengarang : Marjane Satrapi

Pendapat dan pandangan saya :
Sejak memiliki keponakan laki-laki yang memasuki usia 3 tahun. Sejak itu saya mulai berburu dan  mengoleksi buku anak-anak untuk dibacakan sebelum tidur siang atau malam ketika keponakan sedang datang berkunjung ke rumah. Ternyata, kalau dibandingkan dengan buku impor anak, buku anak-anak terbitan Indonesia itu sangat ringkih dan cepat rusak.

Perumpamaannya : Buku anak-anak import dibanting-banting sebanyak 10x masih layak baca. kalau buku anak-anak terbitan Indonesia dibanting-banting sebanyak 10x akhirnya, masuk tong sampah 😦
Dari kualitas harga memang sangat berbeda. Tapi harga yang dibayarkan sangat pantas untuk sebuah buku yang membangun karakter-karakter generasi-generasi masa depan 🙂

Buku ini pun pernah di bahas di #QTBuku #Kubbu #BPJ sekitar Mei 2016


Nilai : 5/5 (pendapat egois yg posting)

Tq Toko Langganan Olshop Dojo Buku

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Masa Lalu, Mengingat Kematian Dan Kemegahan Yang Luas

Sabtu, 19 Maret 2016

Ini merupakan trip ke enam saya sejak bergabung dalam Komunitas Backpaker Jakarta Klub Jelajah Masjid (Trip JM ke-5 tulisannya entah ada dimana…). Kali ini Klub Jelajah Masjid menyambangi 3 masjid di daerah Tangerang yakni Masjid Kalipasir, masjid tertua di Tangerang, Masjid Agung Nurul Yaqiin atau biasa dikenal sebagai Masjid Seribu Pintu dan Masjid Raya Al-Adzom dengan kubah terbesarnya.
I.Masjid Kalipasir
masjid-kalipasir
Foto di dukung : BPJ JM
Masjid Kalipasir merupakan masjid tertua di Tangerang dari peninggalan kerajaan Padjajaran. Di apit di dalam perkampungan Tionghoa. Masjid yang terletak sekitar 1,2 Km dari stasiun Tangerang, satu kilometer di belakang Masjid It-Tihad, satu kilometer dari pasar lama Tangerang. Masjid kalipasir bisa di tempuh dengan jalan kaki selam 15 menit saja. Masjid ini terletak di Kali Pasir, RW 04, Kota Tangerang, Banten. Masjid ini berdiri di atas tanah hitam bila menyentuh kaki tanah ini tidak akan menempel.
Masjid ini masih memiliki peninggalan yang masih ada lebih dari tiga abad lalu yakni :
1. Empat tiang penyangga masjid
Tiang yang terbuat dari kayu jati asli yang masih tersisa dengan kondisi sangat rapuh.     Saat ini tiang-tiang tersebut disanggah oleh Stainless Steel. Karena setelah dikembalikan kebentuk aslinya. Tiang tersebut tidak menempel ke bumi kurang lebih 15 cm.
2. Kubah yang berbentuk ukiran mawar.
Terbuat dari tanah hitam. Karena terkikis oleh usia dan cuaca banyak bagian kubah yang terlepas. Untuk mencegahnya, pihak masjid mewarnainya.
3. Komplek makam tua
Para Tumenggung yang memimpin KeAriaan di Tangerang yang pernah menetap di Kalipasir dimakamkan di Masjid Kalipasir. Makam tua yang bentuk awalnya berundak-undak seperti tangga. Saat ini bentuk makam sudah tidak seperti aslinya karena tergerus oleh pembangunan pelebaran jalan. Jadi, kita tidak bisa melihat kemegahan makam seperti aslinya.
4. Bentuk mimbar yang langsung mengarah kiblat.
Persebaran islam di Tangerang melalui jalur transportasi laut. Sungai Cisadane sebagai salah satu tulang punggung perdagangan membawa misi penting pada masa islam masuk ke daerah Tangerang.
II. Masjid Agung Nurul Yaqiin atau biasa dikenal sebagai Masjid Seribu Pintu
masjid-pintu-seribu
Foto di dukung : BPJ JM
Terletak di Kp.Bayur Priuk Jaya Jati Uwung Dati II Tangerang. Untuk yang menggunakan transportasi publik terutama kereta api. Turunlah di Stasiun Tangerang dan bertanyalah kepada supir-supir angkot yang berhenti di depan stasiun. Mereka akan menunjukkan jalur angkotnya dengan sangat ramah.
Masjid yang belum selesai di bangun ini dari luar tampak seperti bangunan tak terawat yang berdiri di luas tanah lebih dari 6.500 meter. Tetapi dalam bangunan masjid yang tampak tak terawat ini menyimpan harta karun tak terhingga.
Harta karun yang di mulai dari salah satu pintu yang dasarnya terlihat indah tetapi bagian atasnya belum selesai di bangun. Ya.. satu pintu masuk menuju lorong-lorong tanpa putus yang mengingatkan saya pada Gua Sunyarangi, Cirebon bersama BPJ: City Tour Cirebon, Agustus 2015. Ketika memasuki pintu masuk ini, maka,dimulailah perjalanan di lorong dalam Masjid Seribu Pintu. Lorong tersebut hanya bisa dilewati oleh satu orang saja. Ketinggian lorong yang terkadang tinggi terkadang rendah, gelap gulita, pengap, dingin seakan membuat bulu kuduk merinding, ketakutan dan putus asa mewarnai perjalanan saya dalam lorong ini karena tak tahu kapan berhenti. Dan ketika tiba waktunya berhenti, kami di bawa ke tempat ruang yang agak besar. Ruang ini biasa di pakai oleh Al Faqir untuk berzikir.
Oleh pemandu masjid, di dalam ruang yang gelap, rendah, dingin dan pengap (seperti penjara bawah tanah di museum Fatahillah) kami dibuat untuk merenung sejenak mengingat kematian, mengingat mereka yang telah berpulang, mengingat apa yang telah diberikan oleh kehidupan dan bagaimana sikap sehari-hari kita ketika kematian datang tanpa di undang, di dalam ruangan tersebut seperti menyelami hati yang telah disibukkan dunia untuk mengupas kesalahan selapis demi selapis tanpa pernah malu dengan teman di sebelah kita. Karena disinilah kita diingatkan untuk menyadari kealpaan dan siapa diri kita sebagai khalifah di muka bumi sebelum menghadap kepada-Nya.
Pintu-pintu dan lorong-lorong yang tiada putusnya, makam keramat Syekh Ami Al-Faqir Mahdi Hasan Alqudrotillah Almuqoddam, tiang-tiang tinggi yang menghiasi sekeliling masjid yang dibeberapa bagian ada tertera asmaul husna, dan bila di lihat dari belakang, masjid ini seperti kastil-kastil tua dari negara Inggris Raya. Jadi, jangan heran apabila menemukan arsitektur yang agak mirip kebudayaan dari masa lampau.
III. Masjid Raya Al-Adzom
masjid-raya-al-azom
Foto di dukung : BPJ JM
Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Tangerang ini terletak di Jl. Satria Sudirman No. 1 Rt. 001 Rw. 02 Kel. Suka Asih Kec. Tangerang, Kota Tangeran Provinsi Banten merupakan salah satu masjid dengan kubah terbesar di dunia. Saya di buat takjub ketika melihat masjid ini. Perasaan saya seperti melihat keadaan yang bagaikan langit dan bumi setelah jelajah Masjid Seribu Pintu. Warna lima kubahnya yang biru seperti kerang dan masjid yang berdiri di luas di atas tanah 14.000 meter sungguh membuat kaki saya ingin menelusuri luasnya masjid.
Masjid yang terang benderang oleh cahaya lampu dan cahaya matahari yang masuk dari jendela, langit-langit kubahnya yang dihiasi oleh kaligrafi, lorong-lorongnya yang seperti di Masjid Cordova, Spanyol, lantai marmer yang dingin dan sejuk membuat saya ingin rehat didalamnya walaupun sejenak.
Merenungkan perjalanan Jelajah masjid kali ini seakan membawa pesan untuk diri saya sendiri untuk tidak melupakan sejarah masa lalu dan selalu menjaganya, menghargai perbedaan budaya dan menghargainya dalam keharmonisan, luasnya masjid berbanding terbalik dengan sedikitnya jamaah yang datang ke masjid ketika masuk waktu sholat. Kemanakah mereka? Apakah mereka tidak mendengar seruan-Nya? Dan ingat selalu kematian dimanapun berada dengan berzikir kepada-Nya. Karena kita tidak tahu kapan kematian akan datang dan menjemput diri kita ketika waktunya telah tiba…

Leave a comment

Filed under #JelajahMasjid, Uncategorized

BPJ JM : Camcer Loji, Bogor

Saya tergabung dalam komunitas BPJ Klub Jelajah Masjid (JM). Komunitas traveling berbasis sharecost. Ini pertama kalinya, BPJ JM mengadakan camping ceria (camcer). Tempat yang di pilih daerah Loji, Bogor.Peserta yang ikut ada 35 orang dengan 7 kelompok.

image

Camcer ini bertujuan untuk tadabbur alam. Selain itu juga untuk mempererat rasa tali silaturahmi, dan gotong royong sesama anggota BPJ JM khususnya.

image

Mendirikan tenda, memasak, bernyanyi,sholat tahajud berjamaah, tadabur adalah kegiatan yang digelar selama camcer. Oh..iya.. tak lupa jelajah curug d sekitar Loji, Bogor.

image

Pemandangan menuju ke curug sungguh menakjubkan. Di tempuh dengan naik turun bukit yang hampir memakan waktu 40 menit. Terbayarkan dengan derasnya air yang jatuh dari ketinggian. Bunyinya yang merdu mendayu-dayu membuat saya diserang hawa mengantuk hahaha

image

Tapi saya suka dengan pemandangan-pemandangan pohon-pohon pinus disekitar curugnya.. sungguh luar biasa…

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (QS: Ar-Rahman)

image

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Hadiah Pagi

image

Assalamualaikum…

Hadiah Pagi :

PagiMu, Harapku

Sebentang langit pembuka cahaya malam, hadir selalu dari tiap jejak nafas. kelamnya malam yang terlewat dalam heningan hembus nafas jeda hidup adalah anugerah langit yang tak setiap kita mendapatnya.

Maka syukur, adalah niscaya bagi setiap yang merasa akan anugerah ini, biarkan hati terbuka dengan luas akan nikmat ini dan jangan biarkan lisan terbungkam dalam untaian syukur penuh dalam.

image

Untaikan di kalam hati penuh khusyu “Terima kasih wahai penjaga langit, perkenanMu dalam menjagaku membuatku berharga menjadi hambaMu, kiranya banyak murka yang telah ku undang dariMu namun hidupku masih Engkau izinkan untuk terus melangkah maju”. Begitulah wahai setiap diri yang masih berharap hinggap di muka bumi, ingat akan lemahnya diri yang tak setiap sempurna dalam menata baik setiap amal diri. Mari kita bersadar bahwa setiap langkah ada dalam catatan amal, karenanya setiap jejak nya harus terpatri jelas dalam tinta melebihi indahnya emas.

Pagimu adalah harapmu, di sana ada asa mu dalam merenda setiap amal, silahkan isi dengan sepenuh sadar dan biarkan langit melihatmu sebagai diri yang pantas mendapat nikmat atas hasil amal.

image

Mari lihat langit semakin merona terang, sanggupkah diri menjejak waktu dengan titian baik menggapai anugerah langit, anugerah nikmat yang tak henti sampai usia kita berhenti.

Jangan tersia waktu yang tersisa karena ia tak kan kembali meski harapmu begitu menggebu hati. Dirimu dan segala isinya adalah luar biasa, meski kadang tak kau rasa nikmatnya meski sekadar senyum menyapa hamba, namun kuasa Nya tetap ada membuatmu nyaman menghadap hidup penuh warna.

Sungguhlah baik Tuhanmu, kiranya kau tak merasa maka wajar berkah itu tak sering hinggap padamu. Mulailah sadar dan biarkan hati terbuka luas menatap hidup penuh petunjuk,maka bahagiamu kan cepat menghampirimu sesuai harap di anugerah pagi yang telah Ia beri.

Salam sukses lahir batin

Artikel post by: Wahid JM
Photo by: cippy

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Tetes Api Matahari

image

31 Maret 2016, Kalimalang Jakarta Timur. Matahari pagi

Leave a comment

May 8, 2016 · 11:50 pm

Trilogi : #3 Kane Chronicle : The Serpent’s Shadow,

image

Akhirnya.. sy bs menamatkan buku trilogi Kane Chronicle setelah dua tahun mencari terjemahannya di lingkaran pertemanan. Buku pertama dan keduanya saya meminjamnya di Perpus Nyi Ageng, Jakarta.

Yang membuat saya penasaran adalah Dewa Kematian, Anubis. Dia digambarkan oleh om Rick dengan sangat baik sekali.
Dan membuat saya bertanya.. akan sampai dimana kisah cintanya dengan Saddie Kane.

Puncak sihir untuk Saddie dan Carter Kane di dalam buku ketiga ini.
Bagaimana mantra Ma’at digunakan secara sempurna oleh Saddie ketika dia harus memulihkan Nome Pertama di Mesirn

Ketegangan buat saya sebagai pembaca ketika Saddie dan Carter harus mencari bayangan Apophis, Neikht, dan Setne.

Sepertinya saya ingin menyaksikan keajaiban-keajaiban dan ketegangan di dalam buku ini untuk pindah ke dalam layar kaca….

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Berburu Buku Di Toko Buku Gramedia

Tak terhitung langkah kaki ini untuk mengunjungi toko buku kesayangan : Toko Buku Gramedia.

Toko buku Gramedia itu ibarat surga yang tak bisa diungkapakan dengan kata-kata buat orang seperti saya yang maniak dan hobi baca! Jejeran buku yang terpajang rapi di dalam rak seperti dalam dekapan sayang seorang ibu, showcase yang sangat informatif terhadap semua buku-buku baru yang baru keluar dari percetakan. Kakak manis dan tampan yang wara wiri di dalam toko yang siap membantu apabila kesulitan dalam menemukan buku favoritmu. Itu semua sudah bisa membujuk saya untuk memiliki buku yang saya inginkan dan memindahkannya ke dalam rak buku saya di rumah.

Ketika tersiar kabar diskonan Book Lover Time, Gramedia Fair, Opening Bookstore Gramedia, Bursa Buku Murah di toko-toko buku Gramedia yang jalur transportasinya mudah dan ada waktu luang untuk dikunjungi. Biasanya…, saya akan menyempatkannya untuk datang berkunjung 🙂

Keindahan dan kebahagiaan tak terkira ketika menemukan buku yang di cari selama bertahun-tahun ditemukan di sebuah acara diskonan di toko buku Gramedia Merdeka Bandung dan Gramedia Pagaralam, Palembang. Rasanya tuh.. udah kayak menemukan harta karun berharga. Saya menari-nari sejenak ketika menemukan buku berharga tersebut. Hati ini terasa berbunga-bunga. Perasaan ini tidak akan hilang selama berhari-hari lamanya…

Pernah merasakan sedih dan kecewa ketika menemukan buku yang diinginkan tetapi harus mengalah dengan anak sekolah dasar yang menginginkan buku tersebut hahahaa… di saat yang bersamaan merasakan bahagia dan bangga ketika melihat mata anak tersebut bersinar dengan terang 🙂 ❤ ❤ ❤ *Indah ya.. melihat generasi di bawah saya memiliki hobi yang sama yakni membaca.. *

Semua perburuan buku itu tidak akan pernah sempurna tanpa event-event buku yang diadakan di setiap toko buku Gramedia itu sendiri. Mulai dari launching buku, talkshow, ketemu komunitas buku, ulang tahun salah satu penerbit dari Kelompok Kompas Gramedia Group (saya ketemu sm editor dn penerjemah dari buku favorit saya ❤ ❤ ❤ ) ketemu penulis favorit dan dapat tanda tangannya… (wahhhh..ini juga jd salah satu pengalaman seru). Dan yang pasti… ketemu teman baru dan sahabat seperjuangan dalam berburu buku di toko buku Gramedia!  Ini menjadi nilai tambah dan bonus tersendiri dari toko buku Gramedia yang saya kunjungi…

Thanks Toko Buku Gramedia… 🙂 😉 ❤ ❤ ❤

Leave a comment

Filed under Uncategorized